close

PSI Tolak Poligami, PKS: Hanya Cari Sensasi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengkritik Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang melarang kadernya melakukan praktik poligami. PKS menganggap PSI hanya mencari sensasi dengan aturan larangan poligami.

“Kenapa kemudian yang baru datang ingin mencari sensasi dengan cara seperti ini, yakinlah itu sensasi yang salah,” kata Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/12).

Hidayat menilai PSI sengaja melakukan hal tersebut demi merebut suara massa ‘anti-syariah’.

“Mereka sengaja melakukan ini yang mereka perkirakan bisa mengambil ceruk dari suara yang mungkin anti-syariah. Tapi akan menjadi sangat jelas yang anti-syariah dalam konteks Indonesia itu adalah pihak-pihak yang belum memahami Pancasila dengan sebenarnya,” jelasnya.


Baca juga: Komnas Perempuan Sebut Poligami Bukan Ajaran Islam, Begini Tanggapan MUI

Karena itu, ia menyarankan PSI banyak belajar soal Pancasila dan demokrasi di Indonesia.

Hidayat kemudian mencontohkan sejumlah tokoh yang poligami, diantaranya Presiden RI ke-1, Soekarno dan Wakil Presiden Hamzah Haz yang pernah mendampingi Megawati Soekarnoputri pada 2001-2004.

“Kalau Anda betul-betul ingin masuk demokrasi, pahamilah demokrasi di Indonesia adalah demokrasi yang di dalamnya ada Ketuhanan Yang Maha Esa. Ketuhanan Yang Maha Esa itu artinya ada nilai-nilai agama yang dihormati di Indonesia termasuk di antaranya adalah masalah zakat, haji, itu semuanya diperbolehkan dan menjadi peraturan UU, termasuk pernikahan ada UU-nya,” tegasnya.

“Jadi, praktik di Indonesia berpoligami ada presiden berpoligami, ada wapres berpoligami. Wapres Bu Megawati yakni Pak Hamzah Haz berpoligami, dan Bu Meganya tidak mempermasalahkan,” imbuhnya.

Baca juga: PSI Larang Poligami, SKPI: Itu Arogan dan Intoleran

Sebelumnya, isu soal poligami ini bergulir dari penolakan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terhadap poligami karena dianggap sebagai salah satu sumber ketidakadilan bagi perempuan.

Untuk itu, Ketua Umum PSI Grace Natalie tidak akan merestui kader, pengurus, dan anggota legislatif dari PSI mempraktikkan poligami.

Tekad penolakan poligami ini nantinya akan dilakukan jika PSI suatu saat nanti lolos ke parlemen, partainya akan menjadi yang pertama berjuang merevisi UU Poligami. (SU05)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

PPDB di Jakarta Berjalan Kondusif

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)...

TKN Sebut Dalil BPN Tentang Ajakan Berbaju Putih Cara Pandang Bias Anti-Petahana

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Anggota tim hukum Tim Kampanye Nasional...

Anggota DPRD Jatim Harapkan Pemerintah Pusat Beri Arahan Terkait PPDB

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Anggota DPRD Jawa Timur, Agatha Retnosari berharap...

Kivlan Zen Akan Dihadapkan Dengan Habil Marati Untuk Interogasi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Keterangan tersangka dugaan kepemilikan senjata api...

MRT Diperkirakan Dapat Mengurangi Hingga 5.600 Kendaraan Pribadi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Transportasi umum terbaru di ibu kota,...

DPT Yang Dipersoalkan Prabowo-Sandi Sudah Diselesaikan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua tim kuasa hukum Komisi Pemilihan...

TERPOPULER