Protes Pelayanan JKN dan BPJS, Ade Jalan Kaki dari Surabaya ke Jakarta

0
94
ade
Ade membawa 19 rekomendasi terkait keluhan dalam pelayanan JKN-BPJS Kesehatan yang akan disampaikan di hadapan Presiden Jokowi. (Foto: Istimewa)

CIREBON, SERUJI.CO.ID – Seorang relawan Jamkeswatch, Muhamad Ade Lukman Kumaini (39) protes terhadap buruknya layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dengan melakukan jalan kaki dari Surabaya ke Jakarta.

“Saya akan longmarch sampai depan Istana Negara dan memprotes pemerintah, terkait pelayanan JKN-BPJS Kesehatan, karena banyak warga miskin yang belum terjangkau Penerima Bantuan Iuran (PBI),” kata Ade saat ditemui di Kota Cirebon, Selasa (10/10).

Ade mengaku sudah berjalan selama 21 hari, perjalanan awal pada tanggal 19 September mulai dari Tugu Pahlawan Surabaya dan direncanakan akan menuju Istana Negara Jakarta.

Dia berencana akan menyampaikan 19 rekomendasi terkait keluhan dalam pelayanan JKN-BPJS Kesehatan di hadapan Presiden Jokowi dan rekomendasi itu sudah disusun serta siap dibacakan dihadapan Presiden.

“Rekomendasi yang saya bawa ini rekomendasi rakyat tentang buruknya pelayanan kesehatan, banyak juga perusahaan yang belum mendaftarkan karyawannya, padahal usia BPJS Kesehatan sudah 3 tahun 10 bulan, tapi malah semakin buruk,” tuturnya.

Selama perjalanan dari Surabaya hingga Cirebon kata Ade banyak pengalaman menarik yang tidak bisa ia lupakan, termasuk dukungan dari warga yang berada di wilayah Jalur Pantura.

“Saya tidak pernah meminta warga dengan senang hati menawarkan makan dan kopi saat saya istirahat, banyak juga masyarakat yang menunggu saya, mereka melambaikan tangan,” ujarnya.

“Bagi saya itu sudah termasuk dukungan dan memotivasi,” lanjutnya.

Ade mengaku perjalanan yang ia lakukan ini membutuhkan kekuatan fisik, untuk itu dirinya mengaku sering istirahat ketika merasa lelah.

Sementara itu tempat istirahat tidak ditentukan dimana, dia mengaku kondisional, terkadang di SPBU, Masjid dan Musala disekitara jalur yang dilalui.

“Kalau istirahat kondisional saja, kalau terlalu panas dan hujan ya istrahat, tempat istarahat tak menentu juga, kadang di Masjid, Musala atau SPBU,” katanya lagi. (Ant/SU02)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU