Presiden: Sejarah Kelam Kekejaman PKI Jangan Terulang

1
98
pancasila
Presiden Jokowi pimpin Upacara Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Ahad, 1/10/2017. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Presiden Joko Widodo mengingatkan sejarah kelam kekejaman PKI jangan sampai terulang kembali di Indonesia saat sekarang dan yang akan datang.

Hal itu diungkapkan Presiden Jokowi usai memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kompleks Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya Jakarta, Sabtu (1/10).

Untuk itu, kata Jokowi, semua elemen bangsa harus memegang teguh Pancasila dan menjaga kesatuan serta tidak memberi ruang ideologi-ideologi yang bertentangan dengan dasar negara Indonesia.

“Jangan beri ruang ideologi-ideologi lain yang bertentangan dengan pancasila. Apalagi memberi ruang terhadap PKI,” tegas Presiden.

Jokowi juga menegaskan bahwa posisi pemerintah sangat jelas, yakni memegang teguh TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966.

“Artinya komitmen kita, menurut saya, jelas karena di TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966 bahwa PKI itu dilarang. Jelas sekali. Tidak perlu diulang-ulang,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa dan memerintahkan TNI-Polri serta seluruh lembaga-lembaga pemerintah untuk bersama-sama bersinergi membangun bangsa, membuat rakyat tenang dan tentram serta bersatu padu menghadapi persaingan global.

Dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Presiden Jokowi menjadi inspektur upacara yang dilaksanakan di Kompleks Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya Jakarta, Sabtu.

Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Pancasila itu dimulai pada pukul 08.00 WIB.

Selain Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mendampingi Jokowi, hadir sejumlah pejabat negara di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki.

Sedangkan jajaran TNI-Polri lengkap hadir Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, KASAD Jenderal TNI Muljono, KASAL Laksamana TNI Ade Supandi, KASAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian.

Bertindak sebagai perwira Upacara Kasgartap I/Jakarta Brigjen TNI AAB Maliogha dengan Komandan Upacara Kepala SPN Polda Metro Jaya Kombes Pol Ady Wibowo.

Sementara itu, pejabat yang juga berlaku sebagai petugas upacara antara lain Pembaca Teks Pancasila Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Pembaca Naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.

Sementara bertindak sebagai Pembaca dan Penandatangan Ikrar Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dan Pembaca Naskah Doa Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin. (Ant/SU02)

loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Peringati Hari Kartini, Gus Ipul Persembahkan Puisi untuk Perempuan Jawa Timur

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) tak lupa menyampaikan semangat Kartini pada peringatan hari Kartini, Sabtu...

Polda Babel Ringkus Tiga Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

PANGKALPINANG, SERUJI.CO.ID - Tim Cobra Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepulauan Bangka Belitung meringkus tiga pelaku penyalahgunaan narkoba yang beroperasi di wilayah itu. "Tiga pelaku masing-masing...

Korban Tewas Terlihat Berpesta Dua Malam

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Tiga korban yang pada Ahad (22/4), meninggal dunia di Surabaya terlihat menggelar pesta minuman keras selama dua malam sebelum kematiannya, kata...

Oknum BNN Langsa Ditangkap Terkait Sabu-Sabu

LANGSA, SERUJI.CO.ID - Dua oknum polisi yang bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Langsa, Propinsi Aceh ditangkap personel Provos Polres setempat, atas dugaan...
Korban tewas miras

Polisi Temukan 2 Botol Yang Diduga Milik Korban Tewas Miras Oplosan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Polisi dari Polsek Tambaksari menemukan dua botol kemasan plastik yang didua sebelumnya berisi minuman keras (miras) oplosan yang menewaskan tiga korban...