Politisi PDIP: Isu Pembelian 5000 Senjata Ilegal Resahkan Masyarakat

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – Politisi senior PDIP yang juga Ketua DPD PDIP Jawa Barat, TB Hasanuddin menilai pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tentang impor ilegal 5.000 pucuk senjata api oleh kelompok tertentu dengan mencatut nama Presiden Jokowi akan menimbulkan keresahan masyarakat.

“Mewartakan kepada media sebelum ada kepastian dan tindakan hanya membuat ketakutan rakyat, kalau benar ada ancaman, ya diselesaikan,” kata TB Hasanuddin melalui siaran pers yang diterima di Bandung, Ahad (24/9).

Ia menuturkan, impor lima ribu pucuk senjata api ke Indonesia tentunya membuat bingung dan kekhawatiran bagi masyarakat luas.

Menurut dia, jumlah senjata api itu sama saja dengan kekuatan 4 sampai 5 batalion tempur yang tentunya dapat menciptakan rasa tidak aman di masyarakat karena peruntukan senjata itu tidak jelas.

“Kalau pengadaan senjata untuk TNI atau Polri itu legal dan jelas tercatat dalam anggaran negara APBN. Nah, ini lima ribu pucuk senjata api ilegal, siapa yang memesan, untuk siapa, dan untuk apa,” katanya.

Ia menambahkan, bisa jadi informasi yang disampaikan Panglima TNI itu akurat, tapi sebaiknya langsung dikoordinasikan dengan aparat keamanan dan institusi lainnya yang terkait dengan masalah keamanan negara.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing. Mulai dari urusan remeh temeh seperti semir sepatu dan jarum jahit sampai urusan canggih-canggih seperti pesawat terbang dan gadged.

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

Bukan Hoaks, Paket Internet 10GB Hanya Rp10 dari Telkomsel Untuk Pelajar

PT Telkomsel kembali meluncurkan paket data internet sangat murah untuk pelajar Indonesia yang sedang memjalani proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Paket internet yang diberi nama Kuota Belajar 10GB, bisa didapatkan hanya seharga Rp10 (sepuluh rupiah).

TERPOPULER