Politisi Kritis Itu Sudah Tiada

0
58
AM Fatwa
AM Fatwa. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kamis pagi, bangsa Indonesia berduka atas kepergian seorang politisi kritis terhadap rezim Orde Lama maupun Orde Baru, Andi Mappetahang Fatwa.

Berita duka atas wafatnya AM Fatwa, diperoleh dari keluarga dan Biro Hubungan Masyarakat Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

AM Fatwa saat ini memang menjabat sebagai anggota DPD RI asal DKI Jakarta untuk periode 2014-2019 bersama Fahira Idris, Abdul Azis Khafia, dan Dailami Firdaus.

Politisi yang lahir di Bone, Sulawesi Selatan, 12 Februari 1939 itu sejak muda sudah aktif di beberapa organisasi Islam, bahkan ikut mengembangkan pendirian sejumlah cabang maupun komisariat.

Fatwa tercatat menjadi anggota Pelajar Islam Indonesia (PII) sejak 1957, dari tingkat cabang, pengurus besar hingga kini sebagai Dewan Penasihat Perhimpunan Keluarga Besar PII.

Saat menjadi mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jakarta di Fakultas Dakwah, dia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sejak 1960. Dia bahkan memelopori pembentukan HMI Komisariat IAIN dan Cabang Ciputat.

Aktivitas Fatwa di HMI dimulai dari tingkat komisariat, cabang hingga pengurus besar dan saat ini masih tercatat sebagai Dewan Penasihat Majelis Nasional Korps Alumni HMI (KAHMI).

Fatwa juga aktif di Muhammadiyah sejak 1959 dan tercatat pernah menjadi pengurus dari tingkat ranting, cabang hingga Pimpinan Pusat. Saat ini, Fatwa masih menjadi Wakil Ketua Lembaga Hikmah PP Muhammadiyah.

Ketika Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) dibentuk, Fatwa juga terlibat dan aktif sejak 1993 mulai dari penasihat organisasi satuan, organisasi wilayah hingga kini masih tercatat sebagai Dewan Pakar Pengurus ICMI.

Aktivitas Fatwa hampir saja mengantarkannya menjadi perwira Angkatan Laut. Saat kuliah di IAIN Jakarta, dia mendapatkan beasiswa ikatan dinas dari Angkatan Laut dan pernah menjabat Ketua Korps Pelajar Calon Perwira AL Komisariat Jakarta.

Dia kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Dasar Perwira Komando (Sedaspako) V Korps Komando (KKO) Angkatan Laut pada 1967, tetapi tidak berlanjut menjadi perwira.

Dia hanya menjadi imam tentara yang ditempatkan sebagai Kepala Dinas Rohani Islam Pusat Pendidikan Tamtama, merangkap sebagai Kepala Penerangan di Gunung Sari Surabaya.

Karir militernya berakhir pada 1969 dengan jabatan terakhir Wakil Kepala Dinas Rohani Islam Komando Wilayah Timur KKO Angkatan Laut di Surabaya sebelum akhirnya diperbantukan sebagai pegawai negeri sipil kepada Gubernur DKI Jakarta Letnan Jenderal KKO Ali Sadikin di bidang agama dan politik.

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....