Politisi Kritis Itu Sudah Tiada

0
104
AM Fatwa
AM Fatwa. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kamis pagi, bangsa Indonesia berduka atas kepergian seorang politisi kritis terhadap rezim Orde Lama maupun Orde Baru, Andi Mappetahang Fatwa.

Berita duka atas wafatnya AM Fatwa, diperoleh dari keluarga dan Biro Hubungan Masyarakat Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

AM Fatwa saat ini memang menjabat sebagai anggota DPD RI asal DKI Jakarta untuk periode 2014-2019 bersama Fahira Idris, Abdul Azis Khafia, dan Dailami Firdaus.

Loading...

Politisi yang lahir di Bone, Sulawesi Selatan, 12 Februari 1939 itu sejak muda sudah aktif di beberapa organisasi Islam, bahkan ikut mengembangkan pendirian sejumlah cabang maupun komisariat.

Fatwa tercatat menjadi anggota Pelajar Islam Indonesia (PII) sejak 1957, dari tingkat cabang, pengurus besar hingga kini sebagai Dewan Penasihat Perhimpunan Keluarga Besar PII.

Saat menjadi mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jakarta di Fakultas Dakwah, dia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sejak 1960. Dia bahkan memelopori pembentukan HMI Komisariat IAIN dan Cabang Ciputat.

Aktivitas Fatwa di HMI dimulai dari tingkat komisariat, cabang hingga pengurus besar dan saat ini masih tercatat sebagai Dewan Penasihat Majelis Nasional Korps Alumni HMI (KAHMI).

Fatwa juga aktif di Muhammadiyah sejak 1959 dan tercatat pernah menjadi pengurus dari tingkat ranting, cabang hingga Pimpinan Pusat. Saat ini, Fatwa masih menjadi Wakil Ketua Lembaga Hikmah PP Muhammadiyah.

Ketika Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) dibentuk, Fatwa juga terlibat dan aktif sejak 1993 mulai dari penasihat organisasi satuan, organisasi wilayah hingga kini masih tercatat sebagai Dewan Pakar Pengurus ICMI.

Aktivitas Fatwa hampir saja mengantarkannya menjadi perwira Angkatan Laut. Saat kuliah di IAIN Jakarta, dia mendapatkan beasiswa ikatan dinas dari Angkatan Laut dan pernah menjabat Ketua Korps Pelajar Calon Perwira AL Komisariat Jakarta.

Dia kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Dasar Perwira Komando (Sedaspako) V Korps Komando (KKO) Angkatan Laut pada 1967, tetapi tidak berlanjut menjadi perwira.

Dia hanya menjadi imam tentara yang ditempatkan sebagai Kepala Dinas Rohani Islam Pusat Pendidikan Tamtama, merangkap sebagai Kepala Penerangan di Gunung Sari Surabaya.

Karir militernya berakhir pada 1969 dengan jabatan terakhir Wakil Kepala Dinas Rohani Islam Komando Wilayah Timur KKO Angkatan Laut di Surabaya sebelum akhirnya diperbantukan sebagai pegawai negeri sipil kepada Gubernur DKI Jakarta Letnan Jenderal KKO Ali Sadikin di bidang agama dan politik.

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU