Polisi Siap Amankan Pilkada di Wilayah Banyumas


PURWOKERTO, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Resor Banyumas siap mengamankan pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak yang digelar di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kata Kepala Polres Banyumas Ajun Komisaris Besar Polisi Bambang Yudhantara Salamun.

“Untuk pelaksanaan pilkada ini, kami siapkan sekitar 970 personel, kemudian dibantu dua pertiga kekuatan kami, yaitu sekitar 600 personel dari TNI dan beberapa tenaga tambahan dari instansi pemerintahan, dari Linmas, dan dari Satpol PP,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Ahad (28/1).

Kapolres mengatakan hal itu kepada wartawan usai simulasi sistem pengamanan kota (sispamkota) dan penanggulangan tindakan anarkis dalam rangkaian kegiatan “Banyumas Police Expo 2018” serta Operasi Mantap Praja Candi 2018 menjelang pelaksanaan Pilkada Banyumas dan Pilkada Jateng yang akan digelar serentak pada tanggal 27 Juni.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya menggelar simulasi sispamkota dan penanggulangan tindakan anarkistis yang sebelumnya telah dilatihkan kepada anggota Polres Banyumas untuk dipertunjukkan kepada masyarakat.

“Tujuannya untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwasanya Polres Banyumas siap mengamankan pesta demokrasi, siap mengamankan Pilkada Serentak 2018 di wilayah Banyumas. Jadi, ini merupakan rangkaian kegiatan untuk menginformasikan kepada masyarakat bahwasanya, kami siap untuk mengamankan,” tegasnya.

Bahkan, kata dia, pengamanan yang dilakukan Polres Banyumas tersebut tidak hanya untuk pilkada, juga terhadap setiap rangkaian kegiatan yang dilaksanakan masyarakat.

Kapolres mengatakan Polres Banyumas harus siap mengamankan dan segera bisa menyelesaikan segala macam bentuk konflik yang ada.

Dalam simulasi simpamkota dan penanggulangan tindakan anarkis itu digelar di Jalan Jenderal Soedirman sebelah selatan Alun-Alun Purwokerto itu digambarkan beberapa tahapan pilkada yang berjalan aman dan lancar.

Akan tetapi saat rekapitulasi perolehan suara di tingkat Komisi Pemilihan Umum, terjadilah aksi unjuk rasa yang digelar oleh puluhan ribu pendukung salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati.

Kericuhan pun tidak dapat dihindarkan karena massa berbuat anarkis dengan melempari anggota Polres Banyumas termasuk melakukan aksi pembakaran.

Unjuk rasa tersebut akhirnya dapat dibubarkan setelah personel Brimob yang datang ke lokasi kejadian memberikan tembakan peringatan, penembakan menggunakan peluru karet, dan penembakan menggunakan “water canon”.

Setelah massa bubar, Polres Banyumas mendapat informasi jika di KPU ditemukan sebuah benda mencurigakan sehingga hal itu ditindaklanjuti oleh personel Brimob dengan melakukan penyisiran.

Akan tetapi saat personel penjinak bom Brimob melakukan identifikasi terhadap sebuah benda yang diduga bom, tiba-tiba terjadi ledakan di sebelahnya sehingga petugas tersebut jatuh.

Oleh karena mengenakan alat pelindung diri sesuai dengan prosedur, petugas itu selamat dari ledakan dan kembali mengidentifikasi benda mencurigakan yang tergelatak di atas salah satu meja KPU.

Setelah diyakini sebagai bom, benda tersebut selanjutnya dievakuasi dari KPU ke tempat yang aman untuk diledakkan.

Dalam simulasi juga digambarkan adanya seorang warga yang menjadi korban meninggal dunia akibat ledakan di KPU. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Anak Mudah Tersinggung dan Hilang Kontrol, Apa Yang Harus Dilakukan Ortu?

Anak saya pelajar, wanita, umur 15 tahun, sudah berjalan 2 bulan, berobat jalan di RJS Lawang, Malang. Tapi dia masih besar ketersinggungan, kesalah pahaman dalam menerima omongan dan perkataan orang lain.

BUMN, Pseudo CEO, dan Efek Negatifnya

vonis hakim menunjukkan bahwa sejatinya Karen bukan direktur sesungguhnya. Bukan direktur utama yang sesungguhnya. Bukan CEO. Karen hanyalah seorang direktur semu. Seorang direktur-direkturan.

Fahira ke Haters Anies: Jangan Sering Gol Bunuh Diri Nanti Kehabisan Energi

Bedakan wilayah Bekasi, Tangerang dan DKI saja tidak mampu. Siapa pengelola Kawasan GBK dan Jembatan Utan Kemayoran saja tidak paham. Bagaimana mau mau kritik apalagi menyerang.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Dinilai Lembek ke China Soal Natuna, PA 212 Minta Presiden Jokowi Pecat Prabowo

Menurut PA 212, langkah yang diambil Prabowo sangat kontras dengan sikap Presiden Jokowi yang tidak mau berkompromi dengan China yang telah melakukan pelanggaran batas wilayah di perairan Natuna.

Inilah Kekayaan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Yang Kena OTT KPK

Jumlah harta Saiful ini melonjak hampir empat kali lipat dibanding saat awal ia menjabat Wakil Bupati Sidoarjo periode 2005-2010, yang berdasarkan LHKPN tertanggal 28 April 2006 bernilai total Rp17.349.095.000.

Flash: Bupati Sidoarjo Kena OTT KPK Terkait Dugaan Pengadaan Barang dan Jasa

OTT KPK ini, adalah juga yang pertama kali sejak revisi UU KPK diundangkan menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019 atas perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002.

Utang RI Meroket Rp4.778 Triliun, Sri Mulyani: Kita Masih Lebih Hati-hati Dibanding Malaysia

Bahkan, jika dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Filipina, jelas Sri Mulyani, pengendalian utang Indonesia jauh lebih hati-hati.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close