Polisi Larang Buruh “Long March” Menuju Istana Negara

2
82
may day
Massa buruh dalam Aksi May Day 2017 minta jalan menuju Istana Negara dibuka. (FOTO: detikcom)

JAKARTA – Massa buruh yang melakukan aksi demo pada Hari Buruh atau May Day 2017 mulai melakukan “long march” menuju Istana Merdeka Jakarta agar bisa menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyampaikan tuntutan.

Massa buruh yang datang dari berbagai elemen di wilayah Jabodetabek itu telah berkumpul sejak pukul 09.00 WIB di Bundaran Patung Arjuna Wiwaha, di depan Gedung Indosat, Jakarta Pusat. Kemudian mereka melakukan “long march” menuju Istana Merdeka Jakarta, mulai pukul 11.00 WIB.

Selanjutnya, sekitar pukul 12.00 WIB, massa mulai memadati batas pagar kawat berduri yang berada di depan Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata. Massa meminta polisi segera membuka jalan agar mereka bisa menuju istana.

Massa buruh ingin menemui Presiden Jokowi untuk menyampaikan tuntutan di antaranya penghapusan pemagangan dan outsorching, revisi jaminan sosial, dan penolakan terhadap rezim upah murah.

Sayangnya, pada kesempatan yang sama Presiden Jokowi sedang berada di Hong Kong untuk melaksanakan rangkaian kunjungan kerjanya.

Massa buruh yang mencapai ribuan orang itu telah bersiap di beberapa titik kumpul dan terpusat itu secara bergantian melakukan orasi untuk saling membangkitkan semangat antar-sesamanya.

Namun kemungkinan massa buruh untuk bisa mencapai kawasan Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, atau depan Istana Merdeka semakin mengecil karena aparat kepolisian telah memagari akses menuju Istana di arah pertigaan Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, pihak kepolisian melarang buruh untuk melakukan long march di Istana Negara, Jakarta Pusat. Alasannya, hal itu merupakan standar prosedur yang sudah diambil pihak kepolisian dalam pengamanan Istana Kepresidenan tersebut.

“Jadi sesuai standar operasional prosedur ya, kami sudah melaksanakannya dan ini bagian dari pada pemerintahan untuk mengamankan masyarakat. Jadi sudah ada SOP yang mengamankan seperti ini,” ujar Argo di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (1/5).

Demonstrasi yang digelar dalam rangka May Day 2017 itu mendorong aparat kepolisian untuk mengalihkan arus kendaraan termasuk menutup beberapa ruas jalan termasuk di kawasan Jalan Merdeka Selatan, Jalan Merdeka Barat, dan Jalan Merdeka Utara.

EDITOR: Iwan Y

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Manchester City Pastikan ke Final Piala Liga

BRISTOL, SERUJI.CO.ID - Manchester City mencapai final Piala Liga, menghancurkan harapan-harapan tim divisi kedua Bristol City untuk menorehkan kejutan, ketika tim pemuncak klasemen Liga Inggris...

Aaron Lennon Pindah ke Burnley

LONDON, SERUJI.CO.ID - Pemain sayap Inggris Aaron Lennon melengkapi kepindahannya ke Burnley dari Everton dengan biaya transfer yang tidak diumumkan pada Selasa (23/1), menjadi rekrutan...

Mascherano Akan Tinggalkan Barcelona

MADRID, SERUJI.CO.ID - Gelandang Barcelona Javier Mascherano akan meninggalkan klub itu setelah tujuh setengah tahun berkiprah di Nou Camp, kata sang pemuncak klasemen Liga Spanyol...

Kumpulkan Infaq Rp 622 Juta, ASN Bone Bolango Catat Rekor MURI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) mencatat rekor infak dari aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, sebesar Rp622 juta...

Kiai Asep: Walau Dikasih Gunung Emas, Tidak Akan Goyah Dukung Khofifah

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Setelah pertemuan antara calon Wakil Gubernur (cawagub) Jatim, Puti Soekarno dengan KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), berhembus kabar bahwa Gus Sholah...
loading...
KH. Luthfi Bashori

Kerinduan Hati Orang Beriman

Aljaar qablal daar (mencari tetangga sebelum mencari rumah) Ungkapan tersebut di atas sangatlah dalam maknanya. Jika disesuaikan dengan permasalahan kemasyarakatan maka dapat memberi pemahaman, bila...
ilustrasi orang marah (Foto: Istimewa)

Suka Marah-Marah? Waspada Gangguan Psikologis Akut

Apakah kita suka marah-marah? Mudah marah? Gampang tersulut emosi? Gampang meledak-ledak? Cobalah untuk cek, apakah emosi yang kita miliki tergolong normal dan wajar? Ataukah kita...

Abu Dzar al Ghifari, Kemilau di Antara Sarang Penyamun

Abu Dzar al Ghifari merupakan salah satu sahabat yang pertama memeluk islam yang disebut “assabiqunal awwalun”. Dia berasal dari bani Ghifar, sebuah suku yang...