Polisi Belum Terima Laporan Kasus Penjualan Blangko KTP-el

3
70
  • 63
    Shares
argo yuwono
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pihak Polda Metro Jaya mengaku belum menerima laporan polisi terkait dugaan jual-beli blanko Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik di lapak toko online.

“Saya baru saja komunikasi dengam SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu), sampai saat ini belum ada laporan yang masuk ke Polda Metro Jaya berkaitan dengan e-KTP,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Jumat (7/12).

Bareskrim Polri, kata Argo, juga belum menerima laporan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri RI (Ditjen Dukcapil Kemendagri) mengenai kasus penjualan dokumen negara terkait data kependudukan tersebut secara online.

“Nanti kita tunggu saja bagaimana perkembangan dari temuan tersebut,” ujarnya.

Keterangan Argo tersebut membantah informasi telah diterimanya laporan kasus penjualan blanko KTP-el..

Sebelumnya, Ditjen Dukcapil Kemendagri mengatakan telah membuat laporan ke Polda Metro Jaya menanggapi aduan penjualan blanko KTP-el pada Selasa (4/12).

Ditjen Dukcapil mengklaim telah melakukan langkah untuk mengusut kasus penjualan blangko KTP-el di lapak penjualan online Tokopedia.

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Bahtiar mengungkapkan penjualan blanko KTP-el dilakukan oknum NI berdasarkan hasil identifikasi awal diduga yang bersangkutan kerabat mantan pejabat Dinas Dukcapil Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.

“Setelah dilakukan pelacakan dan investigasi, ditemukan bahwa diduga seseorang berinisial NI yang mencuri blanko KTP-el, sekitar bulan Maret 2018 karena pada tanggal 13 Maret 2018 blanko KTP-el diserahkan ke daerah dan blangko tersebut coba dijual sekarang,” ujarnya.

Bahtiar menuturkan pihaknya telah melaporkan dugaan tindak pidana tersebut ke Polda Metro Jaya. (Ant/SU05)

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU