Petugas Badan Narkotika DIY Musnahkan Sabu 3 Kg

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID – Barang bukti narkoba jenis sabu seberat 3,02 kilogram dimusnahkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Yogyakarta, Selasa (14/11) siang.

Pemusnahan barang bukti ini dilakukan dengan cara dilarutkan ke dalam air panas di halaman kantor BNNP Yogyakarta.

Selain petugas BNNP Yogyakarta, aksi pemusnahan juga dihadiri oleh perwakilan Angkasa Pura Bandara Adi Sutjipto, Polda DIY, Kejaksaan Kota Yogyakarta, Kejaksaan Negeri Magelang, dan ada juga perwakilan dari Pengadilan.

Kepala BNNP Yogyakarta Brigjen Pol Triwarno Atmojo mengatakan barang bukti seberat 3,02 kg yang dimusnahkan merupakan hasil dari penangkapan di dua lokasi berbeda.

Barang bukti pertama merupakan keberhasilan menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu yang rencananya akan dikirim ke Balikpapan di Bandara Adisutjipto.

“Di bandara, petugas menyita empat paket seberat 3060 gram brutto,” ujar Triwarno kepada SERUJI.

Sementara barang bukti kedua merupakan hasil sitaan di Magelang. Petugas berhasil mengamankan seberat 215 gram brutto.

“Hari ini semuanya kita musnahkan seberat 3,02 kg,” tutur Brigjen Pol Triwarno Atmojo.

Pemusnahan dilakukan dengan cara melarutkan barang bukti narkoba jenis sabu ke dalam ember yang disiram air panas mendidih.

Setelah tercampur, air hasil larutan tersebut kemudian dibuang oleh petugas ke dalam septic tank pembuangan.

Menurut Kepala Bidang Pemberantasan Narkotika BNNP DIY, AKBP Mujiyana SH, sebenarnya ada cara yang paling canggih yakni dengan menggunakan sebuah mesin disposal sabu. Namun, lantaran keterbatasan anggaran, Yogyakarta belum memiliki alat tersebut.

“Mesin disposal sabu ini masih jarang, hanya dimiliki dikota-kota besar. Yogyakarta belum kebagian,” ujar Mujiyana.

Lebih lanjut, menurut Mujiyana sejauh ini mesin disposal sabu baru dimiliki Riau, Medan, Bandung, dan Jakarta yang notabene kota-kota besar di Indonesia.

Bentuknya, seperti cerobong asap yang dipanaskan dengan seribu derajat. Sabu dimasukkan kedalam alat itu, maka seketika itu juga sabu akan hancur menjadi uap.

Namun demikian, cara manual yang dilakukan BNNP DIY dengan melarutkan sabu kedalam ember yang disiram air panas, menurut dia sudah bisa dikatakan diizinkan.

“Pada intinya, apapun metodenya, kita benar-benar melakukan penghancuran. Air larutan sabu, saat dibuang akan segera hilang terserap tanah. Jadi, tak ada yang bisa mengambil lagi,” terang Mujiyana.

Selain petugas BNNP Yogyakarta, aksi pemusnahan juga dihadiri oleh perwakilan Angkasa Pura bandara Adi Sutjipto, Polda DIY, Kejaksaan kota Yogyakarta, Kejaksaan Negeri Magelang, dan ada juga perwakilan dari Pengadilan. (Hanif/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tragedi Lion Air JT-610: Momentum Peningkatan Kesadaran Hukum Keselamatan Penerbangan

Hasil penelitian penyebab kecelakaan penerbangan yang dilakukan Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) hanya merupakan masukan secara tertutup kepada Pemerintah sebagai bahan evaluasi untuk pencegahan antisipasi agar tidak terulang lagi penyebab kecelakaan yang sama.

Nasionalisme Kita: Rizal Ramli, Tak berkompromi Dengan Urusan Harga Diri Bangsa

Saat ini Rizal mempersoalkan isu Freeport, kenapa kita beli? kan itu punya kita sendiri setelah berakhir kontrak dua tahun lagi? Lalu orang-orang yang tidak suka pikiran Rizal atau merasa professor pintar atau merasa Rizal oposisi yang iri sama Jokowi, mengolok-olok Rizal sebagai goblok atau pengkhianat atau iri dan dengki atau tidak faham, dan lain sebagainya.

Inilah 4 Keuntungan Membeli Apartemen Tipe Studio

Tinggal di apartemen saat ini sudah menjadi gaya hidup. Lokasi yang strategis dan ditunjang dengan berbagai fasilitas kemudahan menyebabkan banyak masyarakat urban, khususnya para eksekutif muda tertarik untuk tinggal di hunian vertikal.

Aksi Solidaritas Jurnalis-Aktivis di Pengadilan Tinggi Kalsel: Diananta Tidak Sendiri

Para aktivis dan jurnalis terus menggelar aksi solidaritas untuk mantan Pemred Banjarhits, Diananta Putera Sumedi yang disidang sebab menulis berita konflik lahan masyarakat adat versus perusahaan.

Masuki Masa Transisi New Normal, AMSI Jatim Keluarkan 7 Poin Imbauan

Mencermati perkembangan penyebaran Covid-19 di masa transisi New Normal yang semakin meningkat, AMSI Jawa Timur, mengeluarkan 7 poin imbauan.

CFD Kembali Ditiadakan, Fahira: Review dan Evaluasi Kunci Jakarta Kendalikan Covid-19

Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kembali meniadakan sementara kegiatan car free day (CFD).

Inilah 5 Kota Yang Jadi Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi Covid-19

Pandemi corona telah mengubah wajah bisnis tanah air, termasuk sektor properti. Jika dulu orang membeli rumah harus datang ke lokasi proyek, sekarang tidak lagi.

Senator DKI: Pasar Harus Jadi Area Paling Aman dari Penyebaran Corona

Pencegahan penyebaran corona di pasar termasuk pasar tradisional menjadi salah satu langkah strategis dan efektif untuk menahan laju dan menghentikan penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia

TERPOPULER

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.