PetroChina dan Pertamina Tanda Tangani Nota Kesepahaman

0
349
PetroChina di Sumatera
PetroChina di Sumatera. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Induk perusahaan PetroChina, China National Petroleum Corporation (CNPC) International menandatangani nota kesepahaman dengan PT Pertamina (Persero) dalam upaya peningkatan kerja sama pengembangan kegiatan minyak dan gas baik di Indonesia maupun mancanegara.

Siaran pers PetroChina International Companies di Indonesia yang diterima di Jakarta, Senin (13/11), menyebutkan MoU ditandatangani President CNPC International Lyu Gongxun dan Senior Vice President Upstream Business Development Pertamina Denie Tampubolon di Jakarta pada pekan lalu.

Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam dan Presiden PetroChina International Companies di Indonesia Gong Bencai turut menyaksikan penandatanganan kerja sama tersebut.

Nota Kesepahaman berisi beberapa poin penting dalam upaya peningkatan kerja sama CNPC International dan Pertamina, termasuk kerja sama pengelolaan proyek migas di sektor hulu, baik di Indonesia maupun internasional, serta kerja sama jasa migas di Indonesia dan negara lain.

CNPC International juga tidak menutup kemungkinan kerja sama di bidang hilir pada masa mendatang.

Dalam kunjungannya ke Indonesia kali ini, Lyu juga bertemu Menteri ESDM Ignasius Jonan, Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, dan Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik.

CNPC merupakan perusahaan migas milik Pemerintah China yang beroperasi di banyak negara di dunia, termasuk di Indonesia melalui anak perusahaan PetroChina International Companies di Indonesia.

Hingga saat ini, PetroChina memiliki kerja sama dengan Pertamina dalam pengembangan blok migas antara lain Blok Jabung di Jambi, Joint Operating Body (JOB) Pertamina-PetroChina East Java (PPEJ) di Blok Tuban, dan JOB Pertamina-PetroChina Salawati (PPS) di Blok Kepala Burung (Salawati Island), Papua Barat.

PetroChina secara resmi memulai kegiatan usaha migasnya di Indonesia pada Juni 2002 setelah mengakuisisi seluruh aset perusahaan migas Amerika Serikat, Devon Energy Companies.

Selama 15 tahun beroperasi di Indonesia, PetroChina terlibat dalam sembilan blok migas dan hingga kini mampu mempertahankan rata-rata produksi migas pada level 80.000 barel setara minyak per hari.

Bahkan, pada 2016 produksi migas PetroChina berhasil melebihi 80.000 barel setara minyak per hari.

Di bawah pengawasan dan pengendalian SKK Migas, PetroChina merupakan operator Blok Jabung dan Blok Bangko di Jambi.

PetroChina juga merupakan operator Blok South Jambi “B” melalui bentuk kerja sama operasi dengan Pertamina.

Di Blok Selat Panjang (Riau) dan Blok Kepala Burung (Salawati Basin) di Papua Barat, PetroChina merupakan mitra nonoperator. (Ant/SU02)

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU