Pertamina Bantah Lalai Terkait Kasus Tumpahan Minyak

BALIKPAPAN, SERUJI.CO.ID – General Manager Pertamina Refinery Unit V Togar MP membantah perusahaan telah lalai dalam melakukan pengawasan, sehingga ada pipa penyalur minyak mentah bawah laut yang patah dan menimbulkan tumpahan minyak yang mencemari perairan Teluk Balikpapan.

“Terlalu dini mengatakan demikian,” kata GM Togar di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (6/4).

Pertamina, khususnya Pertamina RU V, adalah pengelola kilang minyak di Balikpapan.

Pada Kamis (5/4), Togar bersama jajaran Pertamina RU V menghadiri undangan DPRD Kota Balikpapan untuk memberikan penjelasan atas peristiwa tumpahan minyak mentah yang disusul kebakaran di Teluk Balikpapan, Sabtu (31/3).

Sebanyak lima orang tewas sebab peristiwa itu, termasuk satu individu pesut (Orcaella brevirostris), mamalia laut yang langka yang menghuni Teluk Balikpapan.

Selain itu, sebanyak 162 kapal nelayan berikut alat tangkapnya tidak bisa serta merta dipakai melaut karena kotor tercemar minyak mentah.

Baca juga: SAR Hentikan Pencarian Korban Kebakaran Tumpahan Minyak

Selama dua hari penuh juga operasional Pelabuhan Semayang ditutup. Ini mengakibatkan kapal yang tiba di Balikpapan tidak bisa masuk dan sandar di pelabuhan, dan kapal yang ada di Teluk Balikpapan tidak bisa keluar.

Menurut laporan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), luas daerah terdampak mencapai hampir 13.000 hektare. Pohon-pohon di hutan mengrove di utara di Kariangau menjadi pekat oleh minyak.

Penyebab tumpahan kemudian diketahui ada pipa bawah laut Pertamina yang menghubungkan Terminal Crude Lawe-lawe dengan Kilang Balikpapan mengalami kerusakan.

Pipa baja berdiameter 20 inci dan ketebalan 12 milimeter di kedalaman 25 meter itu dilaporkan patah dan bergeser hingga 120 meter dari posisi awalnya.

Togar kembali menegaskan bahwa yang berhak menyatakan ada kelalaian nanti hanyalah pihak kepolisian selaku penyidik.

“Kami tidak mau berdebat soal itu,” kata Togar yang tampak lelah dan kurang tidur.

Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan Nazaruddin sebelumnya menyatakan bahwa Pertamina lalai dalam mengelola keamanan usahanya.

Kelalaian itu antara lain tidak dipakainya sistem pengawasan yang bisa cepat mengetahui bila ada kejadian seperti pipa bocor atau tumpahan minyak.

Meskipun demikian, Regional Manager Communication and CSR Kalimantan Pertamina Yudi Nugraha menegaskan bahwa pipa bawah laut yang mulai dipasang tahun 1998 itu masih sangat layak.

“Kalau tidak ada kekuatan yang luar biasa yang menghantamnya, tidak akan rusak pipa itu,” tegas Yudi.

Pipa bawah laut itu terakhir dicek kondisinya pada Desember 2017 dan pengecekan berikutnya dilakukan pada 2019. Saat itu tidak dilaporkan adanya kerusakan. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER