Pernah Disanksi oleh IDI, Kini dr Terawan Malah Melejit Jadi Menteri Kesehatan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Presiden Jokowi telah melantik dr Terawan Agus Putranto sebagai Menteri Kesehatan di Kabinet Indonesia Maju pada Pemerintahan Jokowi-KH Ma’rud Amin periode 2019-2014.

Dokter yang dikenal dengan terapi ‘cuci otak’ atau Digital Substraction Angiography (DSA) ini pernah disanksi oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada April 2018, karena dianggap melanggar kode etik kodekteran.

Teknik DSA yang digunakan Terawan untuk mengobati pasien dengan masalah penyakit kepala dinilai IDI belum layak untuk diterapkan, sehingga dianggap telah melanggar kode etik kedokteran. Sanksi yang diajtuhkan saat itu adalah mencabut izin praktik Terawan, walau kemudian sempat ditunda dengan ketentuan tak boleh lagi menggunakan DSA.

Sementara, menurut Terawan DSA yang ia gunakan merupakan disertasinya saat mendapatkan gelar doktor di Universitas Hasanudin.

Kini, Terawan yang berpangkat Majend TNI tersebut dipercaya Presiden Jokowi untuk menjabat sebagai Menteri Kesehatan yang juga merupakan kementerian yang mengurusi persoalan kesehatan dan yangterkait kedokteran ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Al Ghazali dan Dendam Anak-Anak Revolusi

Di masa Orde Baru adalah anak-anak yang bapak/ibunya dibunuh atau dipenjarakan Suharto. Di masa ini mereka adalah anak-anak yang bapaknya dipenjarakan Jokowi karena berbeda pandangan politik.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER