close

Peringati HUT ke-50, Mbak Tutut Berharap YHK Terus Berkiprah

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Yayasan Harapan Kita (YHK) hari ini, 23 Agustus 2018, genap berusia 50 tahun. Putri sulung Presiden RI ke-2 Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto berharao YHK tetap melanjutkan pembangunan lewat berbagai kiprah.

“Selain mendirikan berbagai mahakarya, YHK juga banyak memberikan berbagai hibah tanah kepada berbagai lembaga penting di Negara Indonesia,” kata Tutut Soeharto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (23/8).

Hibah tanah pertama, saat Ibu Tien Soeharto, masih aktif berkiprah, YHK memberikan secara cuma-cuma, tanah seluas 2,6 hektare di kelurahan Pinang Ranti kepada Kodam Jaya TNI yang diperuntukkan untuk pembangunan RS Ridwan Meuraksa.

Hibah tanah kedua, YHK memberikan secara cuma-cuma berupa tanah seluas 2.000 meter di Kelurahan Bambu Apus, untuk pembangunan Polsek Cipayung.


Sedangkan hibah tanah ketiga, YHK menghibahkan dua hektare tanahnya di kelurahan Lubang Buaya kepada Yayasan Jantung Indonesia.

Selama dipimpin Ibu Tien Soeharto, kiprah YHK dalam kegiatan sosial lainnya, antara lain mencakup pembagian sembako, menyantuni anak-anak cacat dan yatim piatu, membantu memenuhi keperluan korban bencana alam, dan masih banyak lagi.

Kegiatan sosial yang terbesar, antara lain penanganan korban meletusnya Gunung Galunggung di Tasikmalaya.

Sesuai dengan perubahan atas anggaran dasar yayasan sesuai dengan UU Republik Indonesia No. 28 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia No. 16 Tahun 2001 tentang Yayasan, YHK juga meluaskan fungsi dan tujuannya menjadi tiga, yaitu sosial, kemanusiaan, dan keagamaan.

Dengan demikian, YHK berkomitmen memberikan bantuan moral maupun materiil di bidang pembinaan olahraga, penelitian di bidang ilmu pengetahuan, studi banding kepada lembaga-lembaga yang tujuannya meningkatkan kesejahteraan rakyat seperti pada lembaga formal dan non formal seperti panti asuhan, panti jompo, panti wreda, poliklinik, dan laboratorium.

Selain itu, YHK juga mendirikan dan memelihara bangunan dan rumah-rumah adat di areal Taman Mini Indonesia Indah, menerima dan menyalurkan bantuan yang bermanfaat untuk korban bencana alam, memberi bantuan kepada pengungsi akibat perang dan bencana alam.

Bahkan, YHK berkomitmen untuk mendirikan sarana ibadah, ikut menyelenggarakan pondok pesantren, dan madrasah.

Jika dibandingkan dengan maksud dan tujuan yayasan pada awal mula didirikan, maka rumusan maksud dan tujuan serta kegiatan yang hendak dilakukan YHK jauh lebih meluas, ujarnya. (Ant/Hrn)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

Bantahan Survei Kompas, Filsafat Ilmu dan Kisah Angsa Hitam

Cara saya berterima kasih kepada Kompas justru memujinya ketika benar dan mengkritiknya ketika salah. Dan saya berkesimpulan dengan ilmu yang saya pelajari, Kompas telah salah menarik kesimpulan dalam publikasi surveinya di bulan Maret 2019.

Tanggapi Situasi Terkini, SBY Instruksi Kader Tak Terlibat Hal Bertentangan dengan Konstitusi

Memastikan para pengurus dan kader Partai Demokrat tidak melibatkan diri dalam kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi dan UU yang berlaku serta tidak segaris dengan kebijakan pimpinan PD.

Soal Sujud Syukur Prabowo, Begini Pendapat Ketua Bidang Hukum PP Muhammadiyah

Kata Busyro, sujud syukur menjadi tanpa dasar apabila ditujukan untuk merayakan kemenangan, sementara hasil resmi pemilu dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum diumumkan.

Hitung Cepat: Prabowo Menang di 20 Provinsi Namun Kalah Nasional, Begini Perhitungannya

Namun, walau unggul di lebih banyak Provinsi, Prabowo-Sandi secara nasional hanya mampu kumpulkan 45,7 persen suara, masih kalah peroleh suara dari Jokowi-KH Ma’ruf yang unggul di 54,30 persen.

Hitung Cepat: Prabowo Unggul di 20 Provinsi, Jokowi di 14 Provinsi

Terlihat, pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga unggul di 20 provinsi di Indonesia. Sementara pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH Ma'ruf Amin hanya unggul di 14 provinsi yang ada di Indonesia.

Dari Mahathir Sampai Erdogan, Jokowi Sebut Dapat Ucapan Selamat Atas Sukses Gelaran Pemilu

"Kita telah menerima ucapan selamat dari PM Malaysia Mahathir Mohamad dan juga PM Singapura Lee Hsien Loong," kata Presiden di Plataran Restoran di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (18/4).

Penggagas Jember Fashion Carnaval, Dynand Fariz Meninggal Dunia di Jember

Dynand wafat di Rumah Sakit Jember Klinik, Kabupaten Jember Jawa Timur pada pukul 03.55 WIB, diusianya yang ke 55 tahun.

Tanggapi Situasi Terkini, SBY Instruksi Kader Tak Terlibat Hal Bertentangan dengan Konstitusi

Memastikan para pengurus dan kader Partai Demokrat tidak melibatkan diri dalam kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi dan UU yang berlaku serta tidak segaris dengan kebijakan pimpinan PD.

Soal Sujud Syukur Prabowo, Begini Pendapat Ketua Bidang Hukum PP Muhammadiyah

Kata Busyro, sujud syukur menjadi tanpa dasar apabila ditujukan untuk merayakan kemenangan, sementara hasil resmi pemilu dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum diumumkan.

Hitung Cepat: Prabowo Menang di 20 Provinsi Namun Kalah Nasional, Begini Perhitungannya

Namun, walau unggul di lebih banyak Provinsi, Prabowo-Sandi secara nasional hanya mampu kumpulkan 45,7 persen suara, masih kalah peroleh suara dari Jokowi-KH Ma’ruf yang unggul di 54,30 persen.

Hitung Cepat: Prabowo Unggul di 20 Provinsi, Jokowi di 14 Provinsi

Terlihat, pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga unggul di 20 provinsi di Indonesia. Sementara pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH Ma'ruf Amin hanya unggul di 14 provinsi yang ada di Indonesia.

TERPOPULER

Hitung Cepat: Prabowo Menang di 20 Provinsi Namun Kalah Nasional, Begini Perhitungannya

Namun, walau unggul di lebih banyak Provinsi, Prabowo-Sandi secara nasional hanya mampu kumpulkan 45,7 persen suara, masih kalah peroleh suara dari Jokowi-KH Ma’ruf yang unggul di 54,30 persen.

Hitung Cepat: Prabowo Unggul di 20 Provinsi, Jokowi di 14 Provinsi

Terlihat, pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga unggul di 20 provinsi di Indonesia. Sementara pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH Ma'ruf Amin hanya unggul di 14 provinsi yang ada di Indonesia.

Tak Diduga, Quick Count: PKS Bersaing dengan Parpol Papan Atas dan Unggul dari Demokrat

Bukan hanya mampu menyodok ke papan tengah, PKS juga mampu bersaing ketat dengan partai-partai yang diprediksi akan menempati papan atas pada Pemilu 2019 ini, seperti PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, PKB, dan NasDem.

Soal Sujud Syukur Prabowo, Begini Pendapat Ketua Bidang Hukum PP Muhammadiyah

Kata Busyro, sujud syukur menjadi tanpa dasar apabila ditujukan untuk merayakan kemenangan, sementara hasil resmi pemilu dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum diumumkan.

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama