Peringatan Hari Anak Nasional Akan Terdiri Dari Tiga Rangkaian Acara

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Lenny N Rosalin, mengatakan Hari Anak Nasional 2019 akan terdiri atas tiga rangkaian acara, yaitu Forum Anak Nasional 2019, Puncak Peringatan Hari Anak 2019, dan Penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak 2019.

“Ketiganya akan diselenggarakan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dengan puncaknya Penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak pada 23 Juli malam,” kata Lenny dalam temu media yang diadakan di Jakarta, Jumat (5/7).

Lenny mengatakan Forum Anak telah terbentuk sejak 10 tahun sebelumnya. Pertemuan Forum Anak Nasional 2019 akan mengambil tema “Satu Dekade Forum Anak Nasional: Kita Beda, Kita Bersaudara, Bersama Kita Maju”.

Menurut Lenny, harapan terhadap Forum Anak sangat tinggi agar anak Indonesia bisa menjadi 2P, yaitu Pelopor dan Pelapor.

“Sebagai pelopor, anak harus bisa menemukan dan mengenali permasalahan yang dialami anak di wilayah mereka, kemudian apa yang bisa mereka lakukan. Sebagai pelapor, anak harus melaporkan bila ada pelanggaran-pelanggaran hak anak,” tuturnya.

Sedangkan Puncak Peringatan Hari Anak Nasional 2019 akan diadakan di Lapangan Karebosi, Makassar, dan dihadiri Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana.

Puncak Peringatan Hari Anak Nasional 2019 bertema “Peran Keluarga dalam Pelindungan Anak” dengan slogan “Kita Anak Indonesia, Kita Gembira”.

Sedangkan “Penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak 2019” merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Pelindungan Anak yang menyebutkan upaya-upaya pelindungan anak merupakan tanggung jawab pemerintah daerah.

“Hingga Juni 2019 sudah ada 432 kabupaten/kota yang menginisiasi diri sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak. Masih ada 15 persen, dari total 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang belum,” kata Lenny.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengadakan temu media dalam rangka rangkaian Hari Anak Nasional 2019 yang diperingati pada 23 Juli setiap tahun.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.