Pengamanan Gedung Negara Grahadi Surabaya Diperketat

0
22
Kondisi Gereja GPPS di Jalan Arjuna Surabaya pasca peledakan bom oleh orang tak dikenal, Ahad (13/5/2018). (foto:Devan/SERUJI)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Pengamanan Gedung Negara Grahadi yang berlokasi di Jalan Gubernur Suryo Surabaya diperketat menyusul sejumlah insiden yang terjadi di beberapa tempat di kota setempat.

“Pengamanan diperketat karena Grahadi termasuk sebagai obyek vital,” ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Budi Santosa kepada wartawan di Surabaya, Senin (14/5).

Tidak hanya Gedung Negara Grahadi, pengamanan ketat juga dilakukan di Kantor Gubernur Jatim di Jalan Pahlawan Surabaya, serta sejumlah kantor-kantor pemerintahan serta obyek vital lainnya.

Baca juga: Presiden: Pelaku Teror Bom Tidak Bermartabat Libatkan Anak-Anak

Pengamanan ketat tak hanya bagi pengunjung, tapi juga bagi pegawai atau karyawan yang akan masuk kantor Gubernur dan Gedung Negara Grahadi, yakni dengan memeriksa barang bawaan menggunakan alat deteksi logam.

“Petugas jaga juga ditambah, jika biasanya sekali shift di Grahadi 12 orang maka sekarang 16 orang, kemudian di Kantor Gubernur biasanya 40 orang kini menjadi 45 orang untuk sekali shift,” ucapnya.

Baca juga: Kapolri: Pelaku Teror Bom di Surabaya dan Sidoarjo Masih Satu Jaringan

Pantauan di Gedung Negara Grahadi, pintu gerbang untuk semua kendaraan dipusatkan satu pintu, yakni di sisi gerbang timur.

Petugas Satpol PP juga memberhentikan kendaraan roda dua dan empat sebelum masuk untuk diperiksa menggunakan alat deteksi logam dan meminta identitas pengunjung untuk dicatat.

Komandan Regu Satpol PP Grahadi, Matius Lembang mengaku mendapatkan tugas untuk memperketat penjagaan di pintu masuk dan berlaku selama 24 jam.

“Kami mendapat perintah untuk memperketat pengamanan karena Grahadi adalah obyek vital utama. Setiap tamu yang datang harus diperiksa untuk menghindari hal tak diinginkan,” katanya.

Sebelumnya, lima ledakan beruntun terjadi di Surabaya dan Sidoarjo, yakni pada Ahad (13/5) bom bunuh diri di tiga gereja berbeda, yakni Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di wilayah Ngagel, kemudian GKI Wonokromo Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta di Jalan Raya Arjuno.

Kemudian, Minggu malam sekitar pukul 20.00 WIB bom meledak di Rusunawa Blok B lantai 5 Kelurahan Wonocolo, Kabupaten Sidoarjo, serta pada hari ini bom meledak di pintu masuk Mapolrestabes Surabaya. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

RUU Antiterorisme Atur Ancaman Teroris Libatkan Anak

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Anggota Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang tentang perubahan UU nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Dave Laksono mengakui ada pasal...

Persebaya Alami Krisis Lini Belakang

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Kesebelasan Persebaya Surabaya mengalami krisis lini belakang saat menghadapi pertandingan "Derby Suramadu" melawan Madura United dalam laga pekan ke-10 Liga 1...
jokowi, joko widodo

RUU Terorisme Disahkan, Ini Tanggapan Presiden Jokowi

KUNINGAN, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi memberikan tanggapan terkait Peraturan Presiden (Perpres) setelah disahkannya Revisi Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-Undang. "Perpres akan membahas teknis, hanya...

Pansus: Pemerintah Keluarkan PP Usai RUU Terorisme Disahkan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Panitia Khusus revisi UU nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Muhammad Syafi'i meminta pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah...

DPR Setujui RUU Terorisme Jadi UU

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Rapat Paripurna DPR pada Jumat (25/5) pagi menyetujui Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas UU nomor 15 tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah...