Penerapan e-Toll, Jasa Marga Jamin Tidak Ada PHK Petugas Operasional

0
72
Transaksi tol nontunai
Transaksi tol nontunai atau e-Toll (ilustrasi)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – PT Jasa Marga Tbk menegaskan tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.300 petugas operasional tol terkait kebijakan kewajiban pemakaian kartu toll elektronik (e-toll) pada akhir Oktober 2017.

“Sekitar 1.300 karyawan operasional tol tidak akan di-PHK, terkait dengan kewajiban 100 persen penggunaan kartu tol elektronik (e-toll). Kami jamin itu,” kata Direktur SDM dan Umum PT Jasa Marga Tbk Kushartanto Koeswiranto didampingi Ketua Umum Serikat Karyawan Jasa Marga (SKJM), M Kusnadi kepada pers, di Jakarta, Jumat (13/10).

Penegasan tersebut terkait dengan pernyataan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sebelumnya bahwa akan ada sekitar 2000 petugas operasional tol terancam PHK akibat kebijakan 100 persen wajib kartu elektronik.

Menurut Kushartanto, perseroan sudah menyiapkan langkah antisipasi menyusul kebijakan 100 persen kartu e-toll mulai akhir Oktober di seluruh Indonesia.

“Setidaknya tiga langkah yang ditawarkan kepada mereka yakni, tetap memilih sebagai karyawan di kantor pusat dan cabang serta seluruh anak usaha, kedua alih profesi dengan posisi non operasional perseroan dan ketiga tawaran berwirausaha,” katanya.

Hingga saat ini total karyawan Jasa Marga sekitar 4.250 orang dan dari jumlah itu hanya sekitar 1.300 adalah petugas operasional tol.

“Intinya, kami tidak akan membuang atau berbuat tidak sepatutnya kepada karyawan kami sendiri. Kalau pun ada yang tidak mau lagi, ya tidak ada paksaan. Kami akan siapkan hak-hak normatifnya,” katanya.

Ketua SKJM M. Kusnadi berjanji dan fokus akan mengawal kebijakan perseroan terkait alih profesi dan program lainnya sebagai dampak dari kebijakan 100 persen otomatisasi jalan tol.

Program “A-Live”

Salah satu program yang ditawarkan kepada karyawan operasional, kata Direktur SDM dan Umum PT Jasa Marga Tbk Kushartanto Koeswiranto adalah tawaran program alih profesi bernama “A-live”.

Program ini memberi kesempatan kepada 1300 karyawan operasional untuk memilih opsi alih profesi dengan pilihan 900 jabatan dan posisi baru.

“Program ini dapat dipilih dan diikuti secara online oleh mereka. Per hari ini (13/10) sudah ada yang mendaftar 588 karyawan, ” katanya.

Ia juga menyebut bagi karyawan yang memilih berwirausaha atau berhenti jadi karyawan, akan disediakan aneka pelatihan dan peluang tempat usaha seperti lapak lapak di tempat istirahat tol. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Polisi Menangkap Pengedar Tramadol 1.000 Butir

MUARA TEWEH, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Sektor Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menangkap seorang tersangka bernama Hartawan (36) diduga sebagai pengedar obat terlarang...
narkoba

Polisi Menangkap Lima Pelajar Pekanbaru Pesta Narkoba

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Sektor Tenayan Rayan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, menangkap lima pelajar yang terdiri atas empat remaja pria dan seorang remaja perempuan...

Persija Ingin Akhiri Penyisihan AFC Dengan Kemenangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persija Jakarta ingin mengakhiri pertandingan penyisihan Grup H Piala AFC dengan kemenangan di kandang Tampines Rovers Singapura, Selasa (24/4), karena dengan meraih...

Polres Cianjur Amankan Dua Perempuan Konsumsi Obat Terlarang

CIANJUR, SERUJI.CO.ID - Polres Cianjur, Jawa Barat, mengamankan dua orang perempuan dari tempat hiburan karena diduga mengkonsumsi obat terlarang saat menggelar operasi cipta kondisi bersama...
bambang soesatyo

DPR: Akselerasi Jaringan Internet di Indonesia Bagian Tengah dan Timur

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah mengakselerasi jaringan internet di Indonesia bagian Tengah dan Timur, yaitu dengan menyiapkan dan memfungsikan...