Pembangunan Kota Yogya Mengalami Penurunan Kualitatif

YOGYAKARTA – Siapa tidak mengenal Yogya, kota budaya penuh energi. Jangan kaget kalau musim libur tiba, kota ini penuh sesak wisatawan. Semua sudutnya adalah pemandangan yang indah. Bak kota seribu warna, seribu budaya dan seribu kreativitas.

Jangan berharap masuk kota Yogyakarta, menginap di hotel yang nyaman, makan di resto yang sedap disaat liburan, kalau tidak booking terlebih dahulu. Dijamin penuh dan tak kebagian tempat. Itulah realitas betapa kota ini penuh pesona bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Namun, dibalik keindahan dan daya tarik luar biasa itu, Yogyakarta juga menyimpan “PR” yang tidak sederhana. .

”Arah pembangunan tata ruang mengalami penurunan secara kualitas bahkan makin meninggalkan konsep pembangunan berkelanjutan,” tegas Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Dwi Ardianta Kurniawan, ST., M.Sc dalam Dikusi Pengembangan Kota Yogyakarta yang berlangsung di kantor Pustral UGM, Senin (27/2).

Dwi menilai di wilayah Kota Yogyakarta sangat sulit mendapatkan lahan kosong di Yogyakarta untuk dijadikan lokasi RTH. Ia mencontohkan penduduk yang tinggal di bantaran sungai seharusnya direlokasi karena daerah tersebut masuk dalam kategori ruang terbuka hijau.

“Untuk melakukan relokasi tanpa menyiapkan lahan pengganti juga bukan perkara gampang,” tambahnya.

Pritaningtyas, Peneliti Pusat Studi Perencanaan Pembangunan Regional (PSPPR), , mengatakan salah satu persoalan yang dihadapi Kota Yogyakarta adalah menurunnya permukaan air tanah. Penurunan muka air tanah ini disebabkan karena adanya pertambahan lahan pemukiman dan maraknya pembangunan hotel di Yogyakarta.

“Pembangunan hotel dengan dampak penurunan muka air tanah terjadi di kawasan Malioboro,” ujarnya.

EDITOR: Yus Arza

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik Yang Manusiawi

Pertanyaannya mengapa hasil Islamicity Index berdasarkan arahan kitab suci Alquran hasilnya tak banyak beda dengan World Happiness Index. Pada dasarnya nilai terbaik dari agama Islam, sebagaimana agama lain, jika diuniversalkan, itu sama dengan aneka nilai manusiawi yang dirumuskan oleh peradaban mutakhir. Nilai yang Islami itu ternyata juga nilai yang manusiawi. Itulah ruang publik yang universal yang bisa dinikmati semua manusia, apapun agama dan keyakinannya.

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER