PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Tiga puluh pelukis dari berbagai daerah di Indonesia memamerkan karya-karya mereka secara virtual, selama sebulan penuh pada Desember 2020. Pameran bertajuk ‘Virtual Joint Painting Exhibition in December’ ini diselenggarakan PasarLukisan.com, galeri online yang khusus didedikasikan kepada para pelukis agar karya-karya mereka bisa lebih banyak lagi diapresisasi masyarakat.

“Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir,” kata M. Anis, penanggung jawab pameran virtual ini dalam rilis yang diterima SERUJI di Surabaya, Kamis (3/13).

Misi lain dari pameran lukisan virtual ini, imbuh Anis, adalah untuk menyebar luaskan keindahan melalui karya lukis, sebagai upaya untuk menghadirkan kesegaran pada masyaraka

“Dalam kondisi yang tidak normal sekarang ini, celakanya masyarakat Indonesia setiap saat justru dijejali dengan isu politik yang menyesakkan. Padahal seharusnya pandemi salah satunya harus dilawan dengan suasana yang segar dan menghibur agar dapat menghasilkan imunitas terhadap tubuh,” ujarnya.

Beda dengan pameran virtual yang sekarang memang dijadikan sebagai alternatif oleh para pelukis, pameran virtual yang diselenggarakan PasarLukisan.Com ini mengajak para pelukis untuk memanfaatkan media sosial seoptimal mungkin.

“Caranya dengan berbayar, sehingga lukisan-lukisan dapat menjangkau masyarakat lebih luas lagi. Dengan berbayar di platform Facebook dan Instagram, maka tiap-tiap lukisan akan dapat langsung dinikmati oleh lebih banyak lagi pengguna medsos tersebut,” jelas Anis yang juga seorang jurnaslis senior ini.

Djoko Sutrisno, pelukis dari Ubud, Bali yang ikut pameran virtual ini menyatakan, pameran virtual ini adalah langkah yang bagus karena ditunjang dengan sarana, tenaga dan managemen yang profesional.

“Program ini adalah jalan keluar untuk memaparkan karya perupa kepada audiens. Perupa bisa up date karya terbarunya. Apalagi kalau terjadi transaksi, berarti nilai tambah dalam perbaikan ekonomi pribadi. Pada era digital sekarang ini sangatlah efektif bila kami, para perupa memanfaatkan IT secara maksimal,” katanya.

Susmiadi, pelukis yang tinggal di Kencong Kabupaten Jember, Jawa Timur menyatakan sangat mendukung gagasan pameran virtual ini. Sebab pada masa pandemi ini para perupa pelukis justru makin banyak berkarya, tetapi tidak ada kesempatan untuk memamerkan hasil karyanya, baik melalui pameran tunggal atau pameran gabungan

“Saya sangat mengapresiasi ide dan kreatifitas ini, sehingga saya mengirim tujuh karya untuk dipamerkan pada buan Desember ini. Bagi pecinta seni atau kolektor sendiri, pameran ini saya kira juga lebih efektif dan aman dalam situasi pandemi, tanpa mereka harus ke luar rumah untuk melihat hasil karya para pelukis yang dipamerkan. Semoga pameran ini akan menjadi terobosan terbaik bagi pelaku seni lukis, dan bermanfaat juga bagi para pecinta seni,” kata Susmiadi.

Sementara Ismail Marjuki, pelukis dari Bekasi, Jawa Barat menganggap pameran virtual ini menjadikan para pelukis tetap eksis.

“Kita tetap berpameran walaupun ada pandemi yang jadi penghalang buat kita semua. Jadi kita tetap bersemangat dalam berkarya dan berpameran, tetap eksis, walaupun antara pelukis dan penikmat karya tidak dapat bertemu langsung. Sebagai seorang seniman saya merasa senang bisa juga melihat karya teman-teman yang begitu bagus,” kata Ismail Marjuki.

Ketiga puluh pelukis yang berpameran pada sebulan penuh pada Desember ini masing-masing adalah M. Nasruddin, Ali Taufan, Ary Indriastuti (ketiganya dari Sidarjo), Anggik Suyatno, Daniel de Quelyu, Sri Murniati Murni, Nabila Dewi Gayatri, Paulina dan Pingki Ayako (Surabaya), Azam Bakhtiar (Malang), Eggita Wahyudi dan Yudi Dogol (Gresik), Camil Hady (Lamongan).

Juga pelukis Eko Tomo (Jombang), Esthi Hayati (Bondowoso), Susmiadi (Jember), Syamsul Anim (Mojokerto), Tri Irianto (Banyuwangi), Ruslan (Kediri), Aries Maulana (Blitar), , Nurindrini (Solo), Cak Min Mustamin dan Karang Sasongko (Klaten), Agus Salim (Ungaran), Masruri (Tegal), Triani Trinil (Purwokerto), Tyas Febrian (Sukabumi), Ismail Marjuki (Bekasi), Sulis Listanto (Kota Depok) dan Djoko Sutrisno dari Ubud, Bali.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Lima Macam Riba Yang Diharamkam

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.

Kemcer Di Curug Cipeteuy