Para Tokoh Lintas Agama Deklarasi Antiperbudakan Modern

0
62
Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama para tokoh lintas agama dalam deklarasi Antiperbudakan Modern di Istana Wapres pada Selasa, 14/3/2017.

JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyaksikan para tokoh lintas agama di Indonesia menandatangani deklarasi antiperbudakan modern di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, pada Selasa (14/3/2017) .

Para tokoh lintas agama yang menandatangani deklarasi itu antara lain Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Muhyidin Junaidi, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Marsudi Syuhud, Suyatno dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia Mayjen (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia Henriette Hutabarat Lebang, Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo yang mewakili Konferensi Wali Gereja Indonesia, Perwakilan Wali Buddha Indonesia Banthe Victor Jaya Kusuma, dan Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Uung Sendana Unggaraja.

Ketujuh perwakilan agama-agama tersebut juga menegaskan komitmen mereka dalam melawan perbudakan modern.

Dalam acara tersebut juga diluncurkan Global Freedom Network (GFN) Indonesia, sebuah organisasi non profit yang bergerak dalam upaya penghapusan perbudakan, dan menunjuk seniman Maudy Ayunda sebagai Duta Antiperbudakan Modern.

Pemimpin GFN Andrew Forrest berharap aksi itu menginspirasi warga negara lain di kawasan Pasifik untuk melawan perbudakan modern.

“Para pemuka agama memiliki dukungan dari masyarakat, apabila ini terus disampaikan,” katanya.

Ketua MUI Muhyidin Junaidi mengatakan Islam ingin membebaskan umat manusia dari segala bentuk perbudakan.

“Melawan perbudakan modern bukan hanya dalam rangka menjunjung salah satu target Sustainable Development Goals yaitu penghapusan perbudakan modern. Terlebih karena melawan segala bentuk perbudakan modern adalah mandat konstitusi Indonesia, yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945,” kata Rektor Universitas Paramadina Prof. Firmanzah, PhD.

Wapres JK sebelumnya menyebut deklarasi ini penting bagi Indonesia dalam memimpin perlawan perbudakan global. Perbudakan modern dan perdagangan manusia masih menjadi isu yang perlu penanganan serius. Meskipun berbagai upaya advokasi dilakukan, tetap harus ada tindakan yang konkrit untuk mengatasinya.

“Untuk melawan isu perbudakan modern ini tidak cukup hanya advokasi, tapi perlu langkah nyata supaya tidak terjebak perbudakan,” kata JK beberapa waktu lalu ketika menerima Tim Penyiapan Deklarasi Menghapus Perbudakan Modern dan Perdagangan Manusia.

Dalam Indeks Perbudakan Dunia 2016, perbudakan modern didefinisikan sebagai kondisi dimana seseorang dieksploitasi tanpa bisa menolak atau pergi karena adanya ancaman, kekerasan, penyalahgunaan kekuasaan dan penipuan, yang menyebabkan seseorang tersebut kehilangan kemerdekaannya untuk keuntungan pelaku perbudakan.

Istilah perbudakan modern ini mencakup juga anak-anak yang tidak bisa sekolah karena dipaksa bekerja atau menikah muda, orang-orang yang dipaksa bekerja karena terlilit hutang, dan perempuan baik tua maupun remaja yang dipaksa bekerja sebagai pembantu rumah tangga tanpa bayaran dan diperlakukan tidak manusiawi.

Berdasarkan laporan Indeks Perbudakan Global tahun 2016, terdapat 45,8 juta orang masih hidup dalam perbudakan modern. Di Indonesia, tercatat 736.100 orang yang masih berada dalam jeratan perbudakan modern, yang mencakup perdagangan manusia, dan kerja.

EDITOR: Iwan Y

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

buku ips kelas 6

PKS Minta Pemerintah Selidiki Buku IPS Yudistira

TANJUNGPINANG, SERUJI.CO.ID - Partai Keadilan Sejahtera Kepulauan Riau meminta pemerintah menyelidiki buku IPS yang diterbitkan PT Yudistira untuk kelas VI SD, karena di salah satu...
zainut tauhid

Belum Ada Sertifikat Halal Vaksin Difteri, MUI: Hukum Imunisasi itu Mubah

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi mengatakan MUI belum menerima pendaftaran dan permintaan pemeriksaan kehalalan vaksin difteri dari pihak...

Kongres HIPMI, Gus Ipul: Jangan Biarkan Pengusaha Asing Jadi Pemenang di Negeri Kita

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berharap Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mampu menghadirkan pengusaha-pengusaha muda yang bisa bersaing...

KANAL WARGA TERBARU

Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...
Diky Supratman

Tiga Tahun Bocah Ini Berjuang Dengan Penyakitnya

Kotawaringin Barat - Diky Supratman (16) anak dari pasangan Mustofa dan Marni jl. Ahamd Yani gg. Baning RT 29 Kelurahan Baru Arut Selatan Kotawaringin...