Panglima TNI: Prajurit Jaga Kepercayaan Rakyat

MANADO, SERUJI.CO.ID – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan Prajurit TNI Polri harus menjaga kepercayaan rakyat dengan tidak melanggar disiplin dan hukum.

“Jaga kepercayaan rakyat kepada TNI Polri, jangan sampai dinodai, dihancurkan, dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” kata Panglima saat memberikan pengarahan kepada Prajurit TNI Polri se-Sulawesi Utara, di Manado, Kamis (12/4).

Ia mengatakan salah satu yang dapat merusak kepercayaan rakyat kepada TNI Polri adalah tindakan yang melanggar disiplin dan hukum.

“Karena TNI Polri dipandang oleh rakyat sebagai contoh, jadi kita jangan pernah berbuat salah,” katanya.

Ia mengatakan, tingkatkan kemampuan deteksi dini dan cegah dini, dari ancaman IPOLEKSOSBUDHANKAM (ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya, pertahanan, dan keamanan) yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan dan keutuhan wilayah NKRI.

TNI Polri sebagai aparat negara harus berdiri tegak diatas semua golongan dan mampu menjadi perekat kemajemukkan dalam menjaga kebhinekaan dan senantiasa mampu melaksanakan tugas dengan tulus ikhlas dan tidak pernah menyerah.

Unsur pimpinan agar selalu dekat dan menyatu dengan anak buahnya, sehingga mengetahui segala kesulitan anak buahnya dan dengan segera mengambil tindakan solusinya.

“Tetap jaga dan pelihara soliditas dan solidaritas TNI Polri, hingga terjalin antar individu sebagai modal dasar melaksanakan peran fungsi masing-masing serta sebagai teladan kekompakan bagi stakeholder maupun komponen masyarakat lainnya,” katanya.

Hadi Tjahjono mengatakan prajurit TNI Polri untuk tidak melakukan tindakan tidak terpuji atau menyakiti hati rakyat.

“Kita benar-benar harus menjaga rakyat, tidak boleh menyakiti. Kita harus berucap kata yang santun berperilaku yang baik, sehingga bisa menjadi teladan,” katanya dihadapan sekitar 3.452 prajurit TNI Polri.

Hadir pada saat itu antara lain Kasad Jenderal TNI Mulyono, Asops Panglima Mayjen TNI Lodewyk Pusung, Aster Panglima Mayjen TNI Wiyarto, Pangkoops AU II Marsekal Muda TNI Yadi Indrayadi Sutanandika, Asops Kapolri Irjen Pol M Iriawan, Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Madsuni, Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito.

Kemudian Kasdam XIII Merdeka Brigjen TNI Fajar Setiawan, Danrem 131 Santiago Brigjen TNI Joseph Robert Giri, Danlantamal VIII Laksamana Pertama TNI Ahmadi Heri Purwono.

Sebelum memberikan arahan, Panglima TNI makan malam berupa nasi kotak bersama dengan ribuan prajurit TNI Polri yang memadati GKIC. (Ant/SU01)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER