Novel Baswedan Kembali Jalani Perawatan di Singapura

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menginformasikan bahwa Novel Baswedan kembali menjalani pemeriksaan di salah satu rumah sakit di Singapura untuk melihat perkembangan perawatan mata penyidik KPK itu.

“Hari ini, dilakukan pemeriksaan kembali di Singapura untuk melihat perkembangan perawatan mata kiri Novel setelah operasi dan kondisi mata kanan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin (21/5).

Untuk mata kiri, kata Febri, perkembangannya membaik dan juga darah yang di belakang lensa sudah jauh berkurang atau semakin sedikit.

“Penglihatan mata kiri bagian atas yang tadinya tidak terlihat sekarang sudah terlihat. Penglihatan kiri semakin jelas tetapi beberapa permasalahan sebelumnya masih tetap, yaitu lebar pandangan yang sempit dan pandangan berbayang dan penglihatan masih agak gelap dibanding mata kanan,” tuturnya.

Terkait persoalan gelap tersebut, kata Febri, dokter menyampaikan bahwa itu terkait masalah syaraf yang lemah dan perlu dilihat perkembangannya ke depan.

“Hal yang perlu diperhatikan terkait hal itu adalah menjaga tekanan bola mata kiri tidak tinggi karena hal itu bisa memperburuk saraf mata kiri yang lemah, tentang hal tersebut akan ditindaklanjuti oleh dokter ahli glukoma,” ungkap Febri.

Sedangkan untuk kondisi mata kanan, Febri menginformasikan bahwa pertumbuhan pembuluh darah pada lensa mata kanan akibat luka “carutan” bertambah.

“Respons dokter masih sama dengan sebelumnya bahwa “nothing to do” dengan mata kanan selain menjaga kondisi mata kanan tidak menurun. Jika kondisi memburuk, maka akan dilakukan operasi seperti halnya mata kiri,” kata dia.

Febri pun menyatakan bahwa pada Selasa (22/5) dijadwalkan dilakukan pemeriksaan dengan dokter ahli glaukoma dan juga dokter untuk mengecek kondisi lensa mata.

Sementara soal penanganan kasus penyerangan Novel, KPK tetap mengharapkan bisa diselesaikan dengan baik.

“Sampai saat ini pelaku belum ditemukan. KPK tetap berharap kasus penyerangan terhadap penyidik KPK ini bisa diselesaikan dengan baik agar tidak terulang pada pihak lain,” kata Febri.

Novel disiram air keras oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai sholat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya.

Mata Novel pun mengalami kerusakan sehingga ia harus menjalani perawatan di Singapura sejak 12 April 2017.

Novel adalah salah satu penyidik senior KPK yang antara lain menangani kasus korupsi dalam pengadaan KTP-elektronik (KTP-el). (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bisa Terima Capres Yang “Ikut” Perayaan Natal, Kenapa Keberatan Jika Hadiah Lomba dari Denny JA?

Karena sifat lomba ini yang sedemikian terbuka, tentu pihak-pihak yang mendukung wacana "NKRI Bersyariah" ini dapat juga menulis pemikirannya dan ikut serta dalam lomba ini. Apalagi jelas-jelas topik yang dilombakan ini adalah MENGUPAS esai yang ditulis Denny JA. Apakah mengupas dalam koteks setuju dengan tesis Denny JA, maupun tidak bersepakat dengannya.

Undang-undang dan Perda Syariah: Ada atau Tidak Ada?

Apakah ada Perda yang secara khusus disebut “Perda Syariah”, misalnya, Perda Provinsi Banten Nomor 10 Tahun 2018 tentang Syariah? Perda semacam itu tidak ada, dan belum pernah dijumpai di daerah manapun di tanah air kita ini. Demikian pula tentang Undang-Undang Syariah, adakah di negara kita ini? Sepanjang pengetahuan saya, UU seperti itu tidak ada.

5 Gili Paling Indah di Lombok Selain Gili Trawangan

Lombok enggak melulu soal Gili Trawangan karena ada gili-gili lainnya yang enggak kalah menarik untuk dikunjungi.

Orang Lebih Suka Cari Rumah Saat Sedang Bekerja

Berdasarkan traffic pengunjung portal properti Lamudi.co.id, ternyata waktu favorit masyarakat mencari rumah adalah saat di hari kerja, yakni pada hari Selasa hingga Kamis mulai pukul 10.00 pagi sampai 14.00 siang.

Nilai Nadiem Belum Layak Jadi Menteri, Driver Online: Lebih Baik Fokus Besarkan Gojek

Rahmat menilai, Nadiem belum layak menjadi menteri. Contoh skala kecil saja, dalam menjalankan bisnisnya di Gojek, Nadiem belum mampu mensejahterakan mitra nya, para driver online, baik yang roda dua maupun roda empat.

Tidak Larang Demo Saat Pelantikan, Jokowi: Dijamin Konstitusi

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ingin dilakukan masyarakat, menjelang dan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, pada tanggal 20 Oktober mendatang.

La Nyalla: Kongres PSSI Merupakan Momentum Mengembalikan Kedaulatan Voters

"Dengan hak suaranya di kongres, voters lah yang akan menjadi penentu hitam putihnya sepakbola negeri ini. Sebab, voters-lah yang memilih 15 pejabat elit PSSI untuk periode 2019-2023. Yaitu Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Exco," kata La Nyalla

Rhenald Kasali: CEO Harus Bisa Bedakan Resesi dengan Disrupsi

Pakar disrupsi Indonesia, Prof Rhenald Kasali mengingatkan agar pelaku usaha dan BUMN bisa membedakan ancaman resesi dengan disrupsi. Terlebih saat sejumlah unicorn mulai diuji di pasar modal dan beralih dari angel investor ke publik.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Demokrasi di Minangkabau