MUI: Uang Hasil Buzzer yang Manipulatif, Haram!

JAKARTA – Dianggap memperkeruh situasi politik dan memanipulatif konten berita, keberadaan pasukan buzzer di media sosial dan kolom komentar berita dikecam Majelis Ulama Indonesia (MUI). Atas dasar itu, lembaga yang mewadahi para ulama dan cendekiawan Islam di Indonesia tersebut mengharamkan seseorang menjadi buzzer manipulatif dan penyebar hoax.

“Apapun seseorang menjadi buzzer itu batil, haram. Uangnya pun haram,” tegas Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Ni’am Sholeh dalam diskusi Forum Merdeka Barat di Galeri Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (9/6).

Menurut Asrorun, para netizen yang kerap memberikan tanggapan bernada kasar di kolom komentar disebut juga buzzer. Asrorun berpendapat, bila pasukan buzzer itu merupakan salah satu pendukung tokoh politik yang bisa menggiring opini publik.

“Kita ini sangat nyesek melihat dan baca di media online, kalau ada tokoh pujaannya komentarnya puluhan ribu dipuji, baik-baik semua. Sebaliknya orang yang opposite dengan kelompok, kemudian diserang sangat sarkatis, pakai bahasa kasar,” ucapnya.

Ia menegaskan, uang yang dihasilkan dari jasa para buzzer medsos adalah haram. Apalagi, kata dia, sejumlah viral yang diproduksi buzzer-buzzer politik itu merupakan fitnah.

“Uang yang diperolehnya juga uang haram. Ini namanya memakan secara batil. Karena dia menjual, mengkapitalisasi, mengambil keuntungan dari hoax, ujaran kebencian, fitnah, ghibah, termasuk juga pengguna jasa,” tuturnya.

Kendati demikian, ada buzzer yang dihalalkan bagi netizen. Dicontohkannya untuk branding product yang semata-mata untuk kepentingan ekonomi.

“Ngga semua buzzer (buruk). Ada buzzer untuk kepentingan yang baik, misalnya untuk branding product, kepentingan politik, kepentingan ekonomi, tidak apa-apa sepanjang tidak melakukan manipulatif negatif dan tidak menyebarkan hoax,” pungkasnya.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Senin lalu (5/5) telah mengeluarkan fatwa penggunaan media sosial (medsos) yang mengharamkan perilaku ujaran kebencian dan menyebarkan berita bohong (hoax) di dunia maya.

Fatwa haram penggunaan medsos tersebut diharapkan mampu memberikan pengetahuan tentang penggunaan ‎medsos kepada umat Islam di Indonesia. Juga menangkal maraknya fenomena-fenomena buzzer saat momentum pemilihan kepala daerah. (IwanY)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER