Muak dengan Janji, Honorer K2: Gimana Pak Jokowi, Masih Mau 2 Periode?

1
115
  • 31
    Shares
Guru honorer k2
Demo guru honorer. (Ilustrasi)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Ketua Forum Honorer K2 (kategori dua)-Persatuan Guru Republik Indonesia (FHK2-PGRI) Provinsi Jawa Timur Riyanto Agung Subekti (Itong) mengungkapkan bahwa tenaga honorer K2 akan melakukan perlawan terkait PermenPAN-RB 36/2018 yang isinya menyantumkan syarat hanya honorer K2 usia kurang 35 tahun bisa ikut tes CPNS 2018.

Permen tersebut, kata Itong, memicu tenaga honorer K2 tua, dengan usia 35 tahun keatas, beraksi karena diperlakukan tidak adil.

Menurut Itong, jika gerakan perlawanan tersebut tidak segera ditangani dengan arif dan bijak, maka pelayanan publik di instansi pemerintah khususnya lembaga pendidikan akan lumpuh total. Kegiatan belajar mengajar akan terhenti.

Loading...

“Gimana Pak Jokowi, masih mau dua periode? Honorer K2 tua sudah bosan dan muak dengan janji-janji,” kata Itong sebagaimana dilansir JPNN, Jumat (15/9).

Baca juga: Terungkap: Era SBY 1 Juta Lebih Honorer Diangkat PNS, Era Jokowi Belum Satupun

Dia melanjutkan, honorer K2 tua khususnya yang mengabdi sebagai guru tidak tetap (GTT) telah belasan hingga puluhan tahun menjejalkan ilmu ke putra-putri anak bangsa.

“Namun apa yang telah didapatkan guru honorer sungguh menyakitkan. Mau ikut sertifikasi guru saja masih diganjal dengan kebijakan SK Kepala Daerah,” ungkapnya.

Menurut Itong, gerakan perlawanan honorer K2 Jatim telah mendapat restu PGRI.

“PGRI tahu PermenPAN-RB 36/2018 dan PermenPAN-RB 37/2018 tidak pro K2. PGRI sudah meminta kepada Presiden untuk memprioritaskan guru honorer. Nyatanya kebijakannya malah menyudutkan honorer K2,” pungkasnya. (SU01)

loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU