MPR Dukung Industri Film Nasional Berkembang

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mendukung industri film nasional untuk terus berkembang namun perlu peran pemerintah dalam mewujudkannya, salah satunya memberikan afirmasi dalam industri tersebut.

“Untuk karya anak muda Indonesia dan industri kreatif film nasional harus diberikan afirmasi dan perhatian,” kata Muhaimin dalam acara nonton bareng film “Terbang” karya Fajar Nugros di Jakarta, Senin (16/4).

Dia mengatakan kalau pemerintah tidak bisa memberikan subsidi bagi industri film nasional maka dukungan bisa dilakukan dengan kebijakan afirmasi misalnya agar pemilik bioskop lebih lama menayangkan film nasional.

Muhaimin yang juga Ketua Umum DPP PKB itu meminta perusahaan bioskop memberikan ruang lebih luas bagi film nasional misalnya jangan mengeliminir jam tayangnya.

“Saya harap para pemilik bioskop memberikan apresiasi bagi anak bangsa, jangan hanya kejar target pasar namun tidak memberikan ruang bagi anak muda Indonesia,” ujarnya.

Dia mengatakan banyak film nasional yang tidak mendapatkan ruang promosi yang memadai misalnya film WR. Supratman yang isinya mengenai perjuangan kemerdekaan melalui musik namun kurang diminati karena terkendala dukungan promosi.

Selain itu dia menceritakan film “Terbang” sangat memotivasi masyarakat Indonesia karena kontennya sangat inspiratif dan memotivasi semua kalangan sehingga bukan hanya menghibur namun juga mendidik.

“Film ini tentang kebhinekaan, kesamaan derajat semua Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) namun tidak semata-mata tentang itu. Film ini tentang perjuangan untuk sukses sehingga sangat menginspirasi,” katanya.

Muhaimin mengatakan film tersebut lahir di suasana yang tepat yaitu ketegangan konflik SARA di masyarakat karena kompetisi semakin mengeras dan terjadi dikotomi di masyarakat. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER