MPR: 3 Syarat Penting Perkokoh Nasionalisme Zaman “Now”

BANDUNG, SERUJI.CO.ID –¬†Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan mengatakan ada tiga syarat penting dalam rangka memperkokoh nasionalisme di zaman generasi milenial sekarang atau zaman “now”.

“Pertama mengetahui dan memahami asal muasal daerah kelahiran dan sejarah berdirinya negara Indonesia,” kata Zulkifli dalam seminar motivasi “The Spirit of Indonesia” Kami Indonesia” di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung Selasa (13/2).

“Bagaimana datangnya cinta ke Tanah Air kalau kampung halaman kita tidak paham? Kesadaran itulah yang membuat kita merdeka,” lanjut Zulkifli.

Zulkifli di hadapan seribu lebih mahasiswa mengatakan tanpa mengetahui sejarah kelahiran bangsa ini sangat sulit untuk menumbuhkan kecintaan kepada bangsa dan negara.

“Kalau saudara tahu sejarah bangsanya, maka cinta kepada bangsanya akan lahir,” katanya.

Kedua, menurut Ketua MPR, adalah penguasaan terhadap ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dapat digunakan untuk menyejahterakan masyarakat sehingga dapat mengurangi kesenjangan antarpenduduk. Kesenjangan dengan kecemburuan akan membahayakan bangsa dan negara.

Ketiga, menurut dia, adalah perlunya penguasaan jejaring global. Hal ini mengingat perkembangan teknologi yang semakin mempermudah akses komunikasi sehingga kini dunia dirasakan semakin tidak ada jarak.

Pada kesempatan tersebut, Zulkifli juga membacakan ikrar deklarasi “Kami Indonesia”.

Selain Ketua MPR Zulkifli Hasan, mantan Ketua KPK Abraham Samad, Anggota DPD/MPR Oni Suwarman juga menjadi pembicara. Hadir pula komedian Miing Bagito. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sikap PSI Tolak Perda Syariah Dapat Dikategorikan Anti Pancasila dan Konstitusi

Untuk masyarakat daerah yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam, tentunya wajar bahkan wajib bagi mereka untuk memperjuangkan adanya Perda-Perda yang berdasarkan Syariat Islam di daerahnya. Jadi tidaklah tepat bila kita atau siapapun, partai politik manapun, kelompok manapun, bahkan pemerintah sekalipun ingin menghempang suatu Perda yang bernuansa Syariah.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER

KUNTUM KHAIRA UMMATIN

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.