Miliki Izin dan Ingin Maju, Penjual Jamu Keliling Ini Malah Ditahan Polisi

19
18700
Warioboro penjual jamu gendong dalam tahanan polisi. (foto:Suud M)

KOTAWARINGIN BARAT, SERUJI.CO.ID – Nasib menggenaskan menimpa keluarga pedagang jamu kecil keliling, Warioboro (53). Berkeinginan merubah nasib lebih baik, dari sekedar penjual jamu gendong yang berkeliling dari kampung ke kampung, tapi naas kini harus meringkuk dalam tahanan polisi.

Warioboro ditangkap polisi pada Rabu (29/11) malam di rumah kecil yang sekaligus digunakan untuk meracik jamu di RT 08 RW 02. Bak penjahat kakap, ia didatangi 6 orang polisi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah dan langsung digelandang bersama tiga temannya ke Mapolsek untuk ditahan berikut sejumlah jamu yang siap diedarkan.

‌”Saya bingung, maksudnya ini apa. Saya kan sudah punya Surat Ijin, kok masih ditangkap,” ujar Parsini (40), istri Warioboro sambil meneteskan air mata saat ditemui sejumlah awak media, Kamis (30/11) sebagaimana laporan jurnalis warga SERUJI.

Dijelaskan oleh Parsini, bahwa ia dan suami sudah puluhan tahun menjual jamu keliling yang merupakan resep warisan orang tuanya. ‌”Selama puluhan tahun jamu tradisional saya tidak ada ijin. Saya keliling kemana-mana ya tidak ada apa-apa. Karena banyak yang cocok dengan jamu seduhan saya,” jelasnya.

Demi ingin hidup lebih baik, lanjut Parsini, berdasarkan saran dari para pelanggannya dan ingin memberi kerja juga pada tetangga, maka ia mengurus Surat ijin Usaha Mikro dan Kecil dari kantor kecamatan.

”Surat ini tidak ditanggapi oleh pak Polisi. Katanya menyalahi aturan, ya saya tidak tahu,” ungkapnya.

Terpisah, Warioboro membantah jika usaha yang dilakoninya tersebut ilegal. Pasalnya, sebelum memulai usaha dia telah mengajukan izin ke Kecamatan.

“Saya kira ya cukup dengan izin dari kecamatan, tidak tahu jika harus mengurus izin macam-macam,” ucapnya polos.

Komentar

BACA JUGA
Tri Rismaharini

Risma Jelaskan Tata Kota Kepada Arsitek se-Indonesia

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjelaskan konsep pengelolaan tata kota di hadapan puluhan arsitek se-Indonesia dan mancanegara (Malaysia, Thailand dan Singapura) di...

Bawaslu Larang Pasang APK di Lembaga Negara dan Tempat Ibadah

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawas Pemilihan Umum Jawa Timur melarang Alat Peraga Kampanye (APK) dipasang di Lembaga Negara yang bukan fasilitas pribadi. "Yang jelas, Undang-Undang...
Zaadit Taqwa

Zaadit Taqwa Pemberi “Kartu Kuning” Orasi di Riau

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia Zaadit Taqwa yang sempat memberi "kartu kuning" kepada Presiden Jokowi, muncul bersama ratusan perwakilan BEM se-Indonesia...
Gus Ipul sowan Pesantren

Hari Kedelapan Kampanye, Gus Ipul Pilih Sowan ke Ponpes di Kediri dan Mojokerto

KEDIRI, SERUJI.CO.ID - Hari kedelapan berkampanye, calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memilih sowan ke sejumlah Pondok Pesantren di Kediri dan Mojokerto. Gus...
Ibu Penggigit Tangan

Ibu Penggigit Tangan Polisi Ditetapkan Jadi Tersangka

KUDUS, SERUJI.CO.ID - Seorang ibu yang menggigit tangan salah seorang petugas Satlantas Polres Kudus, Jawa Tengah, ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan melawan petugas yang sedang...
loading...

Keistimewaan Air Bekas Wudhu terhadap Kehidupan Tanaman

Air sebagai sumber kehidupan sudah menjadi pengetahuan umum. Sementara di bumi kondisi air macam-macam. Dari berbagai macam air itu ternyata berbeda-beda pula terhadap tanaman. Untuk...
IMG20180222054602

Kota Ini Mulai Dikepung Kabut Asap, Siapa Pelakunya..?

Kotawaringin Barat - Hampir sepekan udara kota Pangkalan Bun tampaknya sudah tidak bersahabat. Kebut asap mulai menyeruak aromanya tercium tidak sedap hanya karena ulah...
KH. Luthfi Bashori

Dalam Urusan Rumah Tangga, Jadikan Istri sebagai Teman Diskusi

Saat seorang suami berada dalam lingkungan rumah tangga dan mengurus hal-hal yang terkait dengan kemaslahatan keluarganya, maka teman diskusi yang paling tepat adalah istrinya....