Menteri Yohana: Penyelesaian ‘Bullying’ Bisa Melalui Peradilan Pidana Anak

1
107
Yohana Yambise
Menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Yohana Yambise

JAKARTA – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise menjelaskan bahwa penyelesaian perilaku ‘bullying’ terhadap anak yang sudah dilaporkan ke kepolisian dapat diselesaikan melalui peradilan pidana anak.

“Kalau sampai dimajukan ke ranah hukum maka akan berhadapan dengan sistem peradilan pidana anak yang sistemnya ‘restorative justice’ sehingga larinya akan ke mediasi,” ujar Yohana di lingkungan Istana Presiden Jakarta, Senin (17/7).

Sebelumnya, telah beredar video pem’bully’an terhadap siswi SMP di media sosial. Video berdurasi 50 detik itu menunjukkan sejumlah siswa SMP bergantian menjambak seorang siswi yang menggunakan seragam putih. Pada akhir video itu, siswi tersebut disuruh mencium tangan siswa dan siswa yang melakukan “bully”. Dari keterangan video, lokasi perundungan berada di Thamrin City.

Peristiwa itu pun sudah dilaporkan orang tua korban pada Jumat (14/7) ke Polsek Metro Tanah Abang, dan korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk menjalani visum.

Peristiwa bully ini terjadi Jumat (14/7) di Thamrin City antara korban bernama SB dengan anak SD lainnya. Hal itu berawal dari cekcok mulut pada hari sebelumnya.

“Setelah kami kaji dari kementerian, ada beberapa faktor penyebab, pertama anak itu berasal dari keluarga yang suka melakukan kekerasan fisik di rumah dan kekerasan yang lain, jadi mereka meniru dari yang dilakukan orang tua dan lingkungan dimana mereka tinggal, akhirnya di sekolah bila terjadi kekacauan sedikit atau kericuhan, larinya ke masalah bullying begitu,” tambah Yohana.

Selain kondisi keluarga, faktor lain seorang anak melakukan perundungan adalah tontonan. Kementerian PPA pun sudah mendapat laporan mengenai kejadian tersebut.

“Dari LSM yang melaporkan ke kami, kami bekerja sama ada divisi partisipasi masyarakat di mana seluruh Indonesia, kami gandeng untuk melindungi perempuan dan anak, jadi setiap saat ada itu dilaporkan ke kami dan dilanjutkan ke unit pelayanannya. Ini kerja sama antara kementerian dan lembaga-lembaga termasuk pusat pelaporan terpadu perempuan dan anak sejauh ini cukup lancar,” ujarnya lagi.

Namun, Yohana juga meminta agar orang tua berperan untuk tidak membiarkan perundungan berulang.

“Kesadaran masyarakat saja terutama sekolah, khususnya para orang tua bagaimana mendampingi anak-anak mereka agar tidak melakukan kekerasan di mana-mana baik di sekolah maupun luar sekolah makanya hari anak nasional tanggal 23 Juli nanti temanya adalah perlindungan anak itu dimulai dari keluarga,” tegasnya. (HA)

Komentar

BACA JUGA
Hi-Tech jadi Pusat Kesenian

Hi-Tech Mall Akan Dijadikan Pusat Kesenian, Pemkot Tetap Beri Kesempatan Pedagang IT

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Kota Surabaya optimis bisa menjadikan gedung Hi-Tech Mall, di jalan Kusuma Bangsa, sebagai pusat kesenian, tanpa menghilangkan ratusan pedagang IT...
Balok grider ambruk

Maraknya Kecelakaan Konstruksi, Fahira: Membangun Jangan Asal Cepat Diresmikan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris menyoroti maraknya kecelakaan konstruksi belakangan ini, apalagi selain menimbulkan korban jiwa dan merugikan publik juga...
ustadz abdul somad

Ustadz Abdul Somad Resmikan Gerai 212 di Dumai

DUMAI, SERUJI.CO.ID - Ustadz Abdul Somad meresmikan gerai 212 Mart di Jalan Merdeka Kota Dumai, yang merupakan unit usaha pertama dengan keanggotaan koperasi 380 orang...

Habib Rizieq Batal Pulang, Ustadz Bachtiar Nasir: Khawatir Keamanan Indonesia Kacau

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab mengurungkan kepulangannya ke Indonesia diketahui khawatir dengan kondisi keamanan Indonesia yang kacau....
Agus Hermanto

DPR: MD3 Sah Meskipun Presiden Tidak teken

JAKARTA, SERUJI.CO.ID -  Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto mengatakan Perubahan Kedua Undang-Undang nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD (UU MD3) tetap...
loading...
images (3)

Fahri Vs KPK, Senjata OTT dan JC Ampuh?

Berkali-kali KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), seringkali secara dramatis dan dibesar-besarkan media, layaknya pahlawan. Sayangnya, kebanyakan kelas kabupaten, bukan membongkar sindikat nasional dan...
1_2G1_0QFZyN75nPAxOeD_Lw

Judi dan Kompetisi

Miripkah? Agak. Adilkah? Tidak. Tapi kalau dilihat, kompetisi olahraga itu tidak lebih adil daripada judi. Contoh : tak mungkin tim basket Indonesia menang melawan...
images (1)

Garis 6: Tujuan Hidup

Apa tujuan hidup? Jadi pejabat? Jadi orang terkenal? Jadi orang kaya? Itu bukan tujuan hidup, karena pejabat bisa mati, orang terkenal pun tak selamanya...