Menteri Perdagangan Pernah Dipanggil Polda karena Cak Nun

0
289
Cak Nun duduk semeja lingkar dengan Menteri Enggar, pengusaha Franky Welirang. (Foto: Adin)

JAKARTA – Sebuah acara menarik dan dialogis menutup rangkaian Rapat Kerja Kementerian Perdagangan  2017 yang diselenggarakan pada 21-22 Februari 2017. Acara diselenggarakan di  Ballroom Hotel Borobudur Jakarta, itu membuat Mendag Enggartiasto Lukito berkisah sejumlah pengalaman.

Enggar menuturkan, sudah sangat lama bersahabat dengan Cak Nun. Dia mengisahkan betapa susahnya mengundang Cak Nun. “Saya telpon beliau, dan saya minta mau menyisihkan jadwal-jadwalnya supaya mau datang ke raker kita ini,” katanya.

Kemudian, lebih dalam lagi, Enggar menceritakan, “Dulu waktu saya masih sebagai ketua REI (Real Estate Indonesia, red), saya pernah mengundang Cak Nun. Dan saya dipanggil Polda karena itu. Sebab, saat itu Cak Nun sangat keras kritik-kritiknya kepada pemerintah. Terjadi diskusi yang alot, yang intinya kepolisian meminta entah bagaimana caranya agar audiens atau massa yang mendengarkan Cak Nun tidak terpengaruh untuk memberontak negara.”

Dan Enggar pun memastikan tidak akan terjadi apa-apa. Tak perlu dicemaskan. Sebab dia tahu kemurnian dan keseimbangan Cak Nun.

Cak Nun duduk semeja lingkar dengan Menteri Enggar, pengusaha Franky Welirang, dan pejabat lain Kemendag. Cak Nun ikut mendengarkan rumusan hasil raker yang disampaikan sekjen Kemendag. Dia menyimak sambutan menteri perdagangan dan menyimak penandatanganan komitmen kerja dari para peserta yang berisikan target-target yang sangat konkret hingga pada angka-angka.

Menteri Enggar sendiri juga menjelaskan apa-apa yang berubah di Kemendag. Atmosfer yang dibangun, budaya inisiatif dan diskusi, sampai terbentuknya komitmen di antara para eselon dan peserta raker ini tanpa instruksi dari menteri. Ini menunjukkan ada pergeseran dari kultur birokrat menuju kultur korporat. Etos melayani tanpa harus merasa jadi pelayan, hingga ketetapan dalam keberpihakan kepada petani, pedagang, nelayan, dan pelaku-pelaku usaha kecil dan menengah.

EDITOR : Yus Arza

 

 

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Terbaru

gunung agung

BNPB: Jangan Sebarkan Hoax Letusan Gunung Agung

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kepala Pusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meminta masyarakat agar tidak menyebarkan berita palsu atau hoax...

Rekonstruksi Kasus Perkelahian ala “Gladiator” Hadirkan Empat Tersangka Anak

BOGOR, SERUJI.CO.ID - Satreskrim Polresta Bogor Kota, Polda Jawa Barat, melakukan rekonstruksi kasus perkelahian pelajar ala "gladiator" dengan menghadirkan empat dari lima tersangka anak...
Jendral Gatot dan Purnawirawan

Kapuspen TNI: Pernyataan Panglima Bukan Konsumsi Publik

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto, menegaskan, pernyataan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo soal adanya institusi yang memesan...
pcc

IAI Bantah Penahanan Apoteker Terkait PCC

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) membantah bahwa penahanan apoteker di Kendari, Sulawesi Tenggara, terkait dengan kasus peredaran penyalahgunaan tablet...
Jazuli Juwaini

Politisi PKS: Ulama dan Umat Islam Adalah Penjaga Pancasila dan NKRI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Jazuli Juwaini mengatakan bahwa ulama dan umat Islam selama ini telah berperan penting...

Risma Target 700 Tanah Pemkot Tersertifikasi Tahun Ini

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menarget sertifikasi 700 tanah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tahun 2017. Dari jumlah itu, 230 sertifikat...