Menkumham Minta Warga Binaan Jalankan Revolusi Mental

0
40
yasonna laoly, menkumham
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly meminta para warga binaan untuk melaksanakan revolusi mental dan revolusi karakter pada Natal 2017.

“Pada natal kali ini saya menyerukan untuk melakukan revolusi mental dan revolusi karakter kepada seluruh warga binaan pemasyarakatan, karena pada dasarnya peristiwa natal sendiri adalah momentum revolusi rohani yang dilakukan oleh Yesus,” kata Yasonna saat memberi sambutan pada pemberian Remisi Khusus Natal 2017, seperti disampaikan melalui keterangan tertulis diterima di Jakarta, Senin (25/12).

Yasonna mengatakan pengurangan hukuman atau remisi dapat dimaknai sebagai penghargaan bagi warga binaan yang dinilai telah mencapai penyadaran diri, tercermin dalam sikap dan perilaku sesuai dengan norma agama dan norma sosial yang berlaku.

“Bagi mereka yang memperoleh remisi, sepatutnya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, mengingat remisi merupakan nikmat yang layak saudara terima karena telah memenuhi persyaratan administratif maupun substantif yang telah ditetapkan,” kata Yasonna.

Dia menekankan bahwa remisi bukan semata-mata hak yang pasti didapatkan dengan mudah atau bentuk kelonggaran-kelonggaran agar dapat segera bebas.

Yasonna meminta pemberian remisi menjadi bentuk tanggung jawab untuk terus menerus memenuhi kewajiban dalam pelaksanaan program pembinaan.

Menkumham menerangkan sistem pemasyarakat dilakukan berdasarkan pembinaan yang diarahkan pada upaya memperbaiki diri bagi narapidana atas kesalahan dan kekeliruan yang telah diperbuatnya.

“Kami menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh narapidana yang pada hari ini mendapatkan remisi, khususnya bagi narapidana yang bebas hari ini. Saya mengingatkan agar saudara dapat menunjukkan perilaku yang baik di tengah-tengah masyarakat,” kata Yasonna lagi.

Kementerian Hukum dan HAM memberikan Remisi Khusus Natal 2017 kepada 9.333 napi di seluruh Indonesia, 175 orang di antaranya yang mendapatkan remisi langsung bebas.

Masa pengurangan pidana diberikan berbeda-beda tergantung waktu pidana yang sudah dijalani mulai 15 hari hingga dua bulan. (Ant/SU01)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

Rayakan Keberkahan Bulan Mulia dengan Buka Bersama 2500 Yatim

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 2500 anak yatim mengikuti buka bersama yang diselenggarakan Bank BJB dan PKPU Human Initiative Jawa Barat, Rabu (23/5). Program tersebut...
Uang Rupiah

Rupiah Terus Melemah, Pemerintah Janji Akan Atasi

SUKOHARJO, SERUJI.CO.ID - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan mengatasi pelemahan rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS). "Pemerintah bersama-sama Bank Indonesia akan...

Desa di Lereng Merapi Cek Kesiapan Barak Pengungsian

SLEMAN, SERUJI.CO.ID -  Pemerintah Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengecek kesiapan dan kelengkapan barak pengungsian yang ada di komplek Balai Desa...
bus

Bengkulu Mulai Uji Kelaikan Angkutan Lebaran

BENGKULU, SERUJI.CO.ID - Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Bengkulu mulai menggelar uji kelaikan kendaraan umum angkutan Lebaran 2018. Kepala Unit Pelaksana...

Menkeu: Utang Luar Negeri Indonesia Terus Turun

SUKOHARJO, SERUJI.CO.ID - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan utang Indonesia terus mengalami tren penurunan dari tahun ke tahun. "Sesuai dengan yang diatur dalam undang-undang keuangan,...