Swiss Pastikan Lolos ke Piala Dunia 2018

Evan Dimas

Evan Dimas Pamit dari Bhayangkara FC

Menko Luhut Merasa Tidak Pernah Klaim ITB Dukung Reklamasi

3
336
Menko Maritim Luhut Pandjaitan saat memberikan kuliah umum di ITB , Bandung (01/03/2017) (Foto: Twitter @kemaritiman)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi kritik yang disampaikan sejumlah alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) terhadap pernyataannya yang mengesankan alumni ITB mendukung reklamasi Teluk Jakarta.

Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, Luhut mengatakan yang disampaikannya di Medan pada saat diwawancarai wartawan adalah Ridwan Djamaluddin yang menjadi Ketua Tim Kajian Reklamasi yang adalah juga Ketua Ikatan Alumni ITB.

“Saya tidak pernah mengatakan Ikatan Alumni ITB mendukung reklamasi,” tegasnya.

Luhut menyarankan sejumlah alumni ITB yang menyampaikan kritik untuk membaca kembali apa yang disampaikannya pada saat ia diwawancara oleh beberapa wartawan di Kantor Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) Medan pada 6 Oktober 2017 lalu.

Berikut adalah transkrip kutipan pernyataan tersebut: “Semua itu ketuanya adalah Pak ini, mana ini Pak Ridwan ini? Pak Ridwan itu Ketua Alumni ITB, itu tim yang membuat kajian itu jadi ada (alumni) ITB, ada Bappenas, semua kementerian terkait, kemudian ada Jepang, ada Korea, ada Belanda, mau apa lagi?” Luhut meminta mereka yang berkeberatan untuk membaca lagi agar bisa menunjukkan bagian pernyataan tersebut yang mengatakan ITB mendukung reklamasi.

“Mereka kan cendekiawan, tapi mengapa membuat protes untuk hal yang ‘seakan-akan’, kalau tidak jelas maksud pernyataan saya kan bisa ditanyakan langsung kepada saya,” katanya.

1
2
BAGIKAN
loading...

3 KOMENTAR

  1. Ha…ha…ha…sakit perutku melihat “sepak terjang” pejabat yg satu ini. Entah lugu, entah…??? Bingung saya menilainya. Dan kentara sekali jika lidahnya tak bertulang.

    Sdr. Luhut Binsar, janganlah para cendekiawan itu yg Anda katakan tidak paham. Coba Anda sendiri yg kembali membaca pernyataan Anda tersebut : “….Pak Ridwan itu Ketua Alumni ITB, itu tim yang membuat kajian itu jadi ada (alumni) ITB, ada Bappenas, semua kementerian terkait, kemudian ada Jepang, ada Korea, ada Belanda, mau apa lagi?”.

    Jika masih belum paham, Anda baca berulang kali.

    Dipernyataan Anda tsb secara jelas dan gamblang mengatakan bahwa Reklamasi itu sudah dikaji oleh tim yg tidak sembarangan. Didalamnya ada ITB, Bappenas, semua kementrian yg terkait. Bahkan juga melibatkan negara2 maju seperti Jepang, Korea dan Belanda.

    Bahkan diakhir kalimat Anda mengatakan, “Mau apa lagi ?”. Ini adalah kalimat gertakkan dan tantangan. Anda berusaha menegaskan bahwa seluruh pihak yg berkompeten (dalam dan luar negeri) sudah mengkaji, meneliti, menyetuji dan mendukung.

    “Tak ada lagi yg mesti kalian persoalkan, tak ada lagi yg mesti kalian ributkan, kalian semua jangan banyak komentar lagi, semuanya sudah OK dan mendukung”, bukankah itu maksud Anda ?.

    Dan sesuatu yg sudah jelas, untuk apa lagi ditanyakan ke Anda ? Memangnya mereka kurang kerjaan ? Dan yg selalu membuat kacau serba tak jelas dalam banyak hal dinegara ini siapa ? Anda atau para cendekiawan dari ITB itu ?

    Kemudian Anda juga mengatakan bahwa pernyataan Anda diatas adalah bentuk penghargaan, merasa bangga terhadap ITB ? Ondeeehh Maaaakkk….!!! Kalimat yg menyiratkan penghargaan dan kebanggaan dalam pernyataan Anda itu yg mana Brooo…????

    Ahhh…, pusing aku ngomentarinya……Lebih baik gue baca Al-Quran…..

  2. Udh tahu pejabat publik, baiknya ngomong yg jelas. Jgn2 yang kalimat “ada jepang, belanda, korea’ cuma nebeng nama aja. Biar keliatan “wah”…

    Tapi ada yg menarik. Si doi minta klarifikasi terkait ucapannya. Hmmm… Jadi inget pembubaran HTI yang tanpa klarifikasi, asal hajar aja. Ya seperti diacara debat dua sisi itulah, dimana jubir HTI menyebut bahwa pemerintah/kemendagri asal comot data tanpa klarifikasi. Ternyata ketahuan pas face to face bahwa data dan informasi tersebut tidak benar dan dibantah jubir HTI tsb.

    KLARIFIKASI OH KLARIFIKASI #Ngeles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Danau Lawutung

Eksotis, Danau Lawutung Masih Menyimpan Mistis

SUMBA, SERUJI.CO.ID - Danau Lawutung yang terletak di desa Kadahang kecamatan Hahar, kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) salah satu danau yang berada...

KNPI NTT Minta Novanto Kooperatif Hadapai Proses Hukum

KUPANG, SERUJI.CO.ID - Kasus Korupsi KTP-el yang menimpa Ketua DPR RI yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto, jadi perhatian Dewan Pimpinan Daerah (DPD)...
Pembagian kartu e-tol

Dibuka Awal 2018, Tol Soker Hanya Layani Transaksi Non Tunai

SOLO, SERUJI.CO.ID - Tol Solo-Kertosono (Soker) mulai dioperasikan pada Januari 2018. Sistem pembayaran tol sepenuhnya akan dilakukan secara nontunai atau menggunakan kartu e-toll. Pembayaran dengan...

KANAL WARGA TERBARU

1

Suami yang Bertanggungjawab

Suami yang Bertanggungjawab Sore itu, saya sedang nemeni anak bermain sambil baca-baca SERUJI . Terdengar suara motor memasuki halaman rumah, sesaat kemudian  seorang bapak-bapak  bicara...
20171119_103818

Empat Cara Mengenali Seseorang dari Akun Sosial Media Miliknya

1. Cara penulisan kata2 2. Cara berkomunikasi dengan orang lain (bahasa) 3. Perilaku bersosmed. Apa aja yg diupload. Membaca eksistensi dan pengakuan yg diharapkan dan diperoleh. 4....
Posyandu

Masuk 10 Besar Kabupaten, Posyandu Dewi Asih Jalani Penilaian Lomba

KLATEN, SERUJI.CO.ID - Posyandu Dewi Asih, Desa Dukuh, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, pada Rabu (25/10), menjalani penilaian lomba Posyandu tingkat Kabupaten. Tim penilai bukan hanya...