Menjadi Pahlawan Zaman “Now”

0
32
Hari Pahlawan
Ilustrasi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Setiap tahun tepat pada 10 November seluruh Tanah Air memperingati Hari Pahlawan, saat dimana jasa-jasa dan perjuangan para pahlawan kembali dikenang.

Para pahlawan bukan hanya yang berjuang melawan penjajahan atau perintis kemerdekaan tapi juga mereka yang berjasa luar biasa terhadap bangsa dan negara serta membawa perubahan positif bagi masyarakat dalam berbagai bidang.

Gegap gempita peringatan Hari Pahlawan bukan hanya di taman makam pahlawan, tapi juga merambah hingga ke dunia maya lewat berbagai akun media sosial yang memviralkan.

loading...

Dalam setiap peringatan Hari Pahlawan, kita para penerus bangsa kembali diingatkan akan perjuangan mereka, bagaimana gigihnya upaya merebut kemerdekaan dan mempertahankan kedaulatan.

Kita kembali diingatkan untuk terus meneladani nilai-nilai kepahlawanan seperti ikhlas, rela berkorban dan berani dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Tentunya juga untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan.

Melanjutkan perjuangan para pahlawan tentunya tidak lagi dengan cara berperang melawan penjajah karena konteks perjuangan saat ini berbeda dengan zaman dulu, saat Indonesia masih dalam masa penjajahan.

Perjuangan saat ini menurut Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa adalah dengan ikut membangun bangsa dan mengatasi berbagai permasalahan bersama-sama dengan pemerintah seperti masalah kemiskinan, kekurangan gizi, radikalisme dan diberbagai sektor lainnya.

Menurut Agus Tanzil yang juga cucu Pahlawan Nasional Agus Salim, para pejuang pendahulu telah berhasil meraih kemerdekaan sehingga Indonesia yang aman, damai dan bebas dari penjajahan dapat dinikmati oleh anak cucu.

Namun menurut Ketua Panitia peringatan Hari Pahlawan 2017 itu, kedaulatan bangsa masih dirongrong oleh pihak tertentu. Ia menyebutkan banyak gangguan yang merongrong kedaulatan bangsa terutama di era keterbukaan informasi dan teknologi saat ini.

Perkokoh Persatuan

Mensos Khofifah pada peringatan Hari Pahlawan juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkokoh semangat persatuan, kesatuan dan persaudaraan untuk membangun negeri.

Untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan hendaknya tidak memberikan ruang bagi mereka yang tidak suka melihat kondisi Indonesia yang guyub, aman, tenteram dan damai.

Juga tidak memberi peluang bagi siapapun yang berusaha memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa dengan cara apapun, apalagi yang berusaha membenturkan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya dengan berita ‘hoax’ dan sebagainya.

Menurutnya, peringatan Hari Pahlawan 10 November harus menjadi momentum bagi seluruh anak bangsa untuk kembali bersatu padu mengatasi segala permasalahan bangsa yang dihadapi.

Persatuan dan kesatuan bangsa adalah janji kemerdekaan yang harus ditunaikan. Janji mewujudkan sebuah republik yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Janji tersebut, hanya bisa terlaksana apabila seluruh elemen bangsa bersatu.

Untuk itu, semangat dan nilai-nilai kepahlawanan harus bisa diimplementasikan dan didayagunakan untuk hal tersebut. Dengan kata lain, menurut Khofifah pahlawan kekinian adalah mereka yang konsisten memperjuangkan dan berkorban untuk suatu perubahan ke arah yang positif.

Komentar

BACA JUGA
kereta ringan

Pemerintah Sumsel Kaji Pendapatan di Luar Tarif LRT

PALEMBANG, SERUJI.CO.ID - Pemerintah mengkaji kemungkinan meraih pendapatan di luar tarif jalur kereta api dalam kota Light Rail Transit, atau LRT untuk menutupi tingginya biaya...

Sidang Kasus First Travel Libatkan 96 Saksi

DEPOK, SERUJI.CO.ID - Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, melanjutkan sidang terhadap tiga terdakwa kasus First Travel dengan agenda pembacaan nota keberatan terdakwa atau eksepsi dengan...

Agenda Sidang Perdana PK Ahok Terkait Pembacaan Memori

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Sidang perdana Peninjauan Kembali (PK) kasus penodaan agama dengan terpidana mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara,...
Suap

Suap APBD Jambi, Anggota DPRD Mulai Diperiksa

JAMBI, SERUJI.CO.ID - Sejumlah anggota DPRD Provinsi Jambi menjalani pemeriksaan di Pengadilan Tipikor untuk tiga terdakwa kasus suap APBD Provinsi Jambi 2018 senilai Rp3,4 miliar. Berdasarkan...

PBB: Badai Ancam Jutaan Pengungsi Muslim Rohingya di Bangladesh

NEW YORK, SERUJI.CO.ID - Musim badai yang akan tiba mengancam lebih dari 1,5 juta pengungsi Muslim Rohingya dari Myanmar di kamp pengungsi Bangladesh selain sebanyak...
loading...
KH. Luthfi Bashori

Ajari Anakmu Ilmu Agama

Sy. Abu Hurairah RA mengutarakan Rasulullah SAW bersabda, “Tidak seorang anak pun yang lahir melainkan dalam keadaan suci bersih. Kedua orangtuanyalah yang menyebabkan dia...
Light at the end of the tunnel

Garis 8: Hak Asasi Manusia di Hadapan Tuhan

Saat ini banyak manusia yang menuntut agar “berhak segalanya". Apapun yang dikehendaki tak boleh dilarang, dengan sekedar alasan “tokh, tidak ganggu orang lain”. Maka,...
Green Action - JRC 9

Green Action di Taman Harmoni, Sampah Jadi Emas

Warna Keputih, Sukolilo Surabaya, 6 tahun lebih yang lalu terbiasa dengan bau sampah yang menyengat. Bau busuk semakin menusuk kala hujan tiba. Namun, sejak beberapa...