Menjadi Pahlawan Zaman “Now”

0
63
Hari Pahlawan
Ilustrasi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Setiap tahun tepat pada 10 November seluruh Tanah Air memperingati Hari Pahlawan, saat dimana jasa-jasa dan perjuangan para pahlawan kembali dikenang.

Para pahlawan bukan hanya yang berjuang melawan penjajahan atau perintis kemerdekaan tapi juga mereka yang berjasa luar biasa terhadap bangsa dan negara serta membawa perubahan positif bagi masyarakat dalam berbagai bidang.

Gegap gempita peringatan Hari Pahlawan bukan hanya di taman makam pahlawan, tapi juga merambah hingga ke dunia maya lewat berbagai akun media sosial yang memviralkan.

Dalam setiap peringatan Hari Pahlawan, kita para penerus bangsa kembali diingatkan akan perjuangan mereka, bagaimana gigihnya upaya merebut kemerdekaan dan mempertahankan kedaulatan.

Kita kembali diingatkan untuk terus meneladani nilai-nilai kepahlawanan seperti ikhlas, rela berkorban dan berani dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Tentunya juga untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan.

Melanjutkan perjuangan para pahlawan tentunya tidak lagi dengan cara berperang melawan penjajah karena konteks perjuangan saat ini berbeda dengan zaman dulu, saat Indonesia masih dalam masa penjajahan.

Perjuangan saat ini menurut Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa adalah dengan ikut membangun bangsa dan mengatasi berbagai permasalahan bersama-sama dengan pemerintah seperti masalah kemiskinan, kekurangan gizi, radikalisme dan diberbagai sektor lainnya.

Menurut Agus Tanzil yang juga cucu Pahlawan Nasional Agus Salim, para pejuang pendahulu telah berhasil meraih kemerdekaan sehingga Indonesia yang aman, damai dan bebas dari penjajahan dapat dinikmati oleh anak cucu.

Namun menurut Ketua Panitia peringatan Hari Pahlawan 2017 itu, kedaulatan bangsa masih dirongrong oleh pihak tertentu. Ia menyebutkan banyak gangguan yang merongrong kedaulatan bangsa terutama di era keterbukaan informasi dan teknologi saat ini.

Perkokoh Persatuan

Mensos Khofifah pada peringatan Hari Pahlawan juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkokoh semangat persatuan, kesatuan dan persaudaraan untuk membangun negeri.

Untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan hendaknya tidak memberikan ruang bagi mereka yang tidak suka melihat kondisi Indonesia yang guyub, aman, tenteram dan damai.

Juga tidak memberi peluang bagi siapapun yang berusaha memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa dengan cara apapun, apalagi yang berusaha membenturkan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya dengan berita ‘hoax’ dan sebagainya.

Menurutnya, peringatan Hari Pahlawan 10 November harus menjadi momentum bagi seluruh anak bangsa untuk kembali bersatu padu mengatasi segala permasalahan bangsa yang dihadapi.

Persatuan dan kesatuan bangsa adalah janji kemerdekaan yang harus ditunaikan. Janji mewujudkan sebuah republik yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Janji tersebut, hanya bisa terlaksana apabila seluruh elemen bangsa bersatu.

Untuk itu, semangat dan nilai-nilai kepahlawanan harus bisa diimplementasikan dan didayagunakan untuk hal tersebut. Dengan kata lain, menurut Khofifah pahlawan kekinian adalah mereka yang konsisten memperjuangkan dan berkorban untuk suatu perubahan ke arah yang positif.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
bambang soesatyo

DPR Minta Kemenag Beri Penjelasan Terkait Rekomendasi 200 Mubaligh

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Kementerian Agama menjelaskan terkait kebijakan mengeluarkan rekomendasi 200 nama mubaligh, agar tidak terjadi keresahan di...
operasi pasar

Bulog Siapkan Operasi Pasar Antisipasi Lonjakan Harga Sembako

TANGERANG, SERUJI.CO.ID - Aparat Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Tangerang, Banten, mempersiapkan operasi pasar (OP) sebagai antisipasi lonjakan harga sembako di pasar tradisional dan pusat...

Fitriani Gagal Rebut Angka Pertama Piala Uber Lawan Malaysia

BANGKOK, SERUJI.CO.ID - Pemain Indonesia Fitriani gagal meraih angka pertama bagi tim putri Indonesia, setelah menyerah kepada Soniia Cheah dari Malaysia 21-10, 17-21, 14-21...
tenaga kerja asing

Terkait Serbuan TKA, Ini Tanggapan Presiden Jokowi

PADANG, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi menanggapi isu maraknya serbuan tenaga kerja asing khususnya dari China dalam kunjungan kerjanya ke Padang, Senin (21/5), setelah salah...

Dikalahkan Persela Lamongan, Persija Ajukan Protes ke PSSI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persija Jakarta secara resmi mengajukan protes resmi kepada Komisi Disiplin PSSI dan PT Liga Indonesia Baru terkait kepemimpinan wasit Annas Apriliandi...