Mendagri Prihatin Narkoba Beredar di Tingkat RT

PALEMBANG, SERUJI.CO.ID – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan dirinya sangat prihatin melihat fakta peredaran gelap narkotika, psikotropika, zat adiktif, dan obat-obatan berbahaya marak hingga tingkat Rukun Tetangga atau RT.

Keprihatinan maraknya peredaran narkoba yang menyasar generasi penerus bangsa hingga pelosok itu diungkapkan Mendagri saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, Sabtu (31/3).

Ketika memberikan kuliah umum dan menghadiri acara pengukuhan pengurus Ikatan Keluarga Alumni Fisip Unsri periode 2018-2022, Tjahjo Kumolo mengajak mahasiswa dan semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama “memerangi” narkoba.

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba harus dihentikan karena dampaknya sangat buruk bagi generasi muda seperti mahasiswa yang diharapkan menjadi calon pemimpin masa depan di berbagai tingkatan.

Jika mahasiswa sampai terkena kecanduan narkoba, perkembangan intelektual dan mentalnya akan terganggu karena barang terlarang itu merusak syaraf otak.

Kemudian akan berlanjut ke tinglat yang lebih buruk, terjerumus dalam jaringan peredaran gelap narkoba yang dapat membawa mahasiswa berurusan dengan hukum.

Permasalahan narkoba ini menjadi poin penting untuk menjadi perhatian mahasiswa dan para alumni Unsri sehingga bisa dijadikan motivasi untuk menjauhi serta berpartisipasi dalam mendukung gerakan pemberantasan narkoba bersama pemerintah dan kelompok masyarakat lainnya di Tanah Air, kata Mendagri.

Menurut dia, pihaknya mengapresiasi semua pihak dan lapisan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam memberantas narkoba dan mendorong aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan yang lebih tegas terutama terhadap orang yang terbukti memproduksi dan mengedarkan narkoba.

“Kami mengapresiasi atas tindakan jajaran Polri dan BNN yang berhasil menangkap para pengedar narkoba dengan jumlah barang bukti hingga berton-ton,” ujar Tjahjo Kumolo. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Katakanlah dengan Meme: Genre Baru Komunikasi Politik

Meme politik, bagaimana pengaruhnya dalam perpolitikan terkini

Memaknai Indonesia

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER