Mendagri Akan Coret Program Daerah yang Tidak Fokus

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengajak pemerintah daerah untuk fokus dalam pembangunan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota di Indonesia. Masing-masing kepala daerah baik Gubernur, Bupati maupun Walikota harus mampu menjabarkan apa yang menjadi fokus pembangunan di daerah tersebut.

Bahkan ia mengungkapkan akan  mencoret program-program yang tidak fokus dengan kebijakan politik pembangunan di daerah-daerah.“Kalau banyak program-program yang mengawang, tidak jelas, mohon maaf saya coret,” ungkap Mendagri di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (21/1).

Maka dari itu, “Cukup satu atau dua fokusnya apa,termasuk juga dengan anggaran,” ujar dia.Terkait dengan anggaran, saat ini Kementerian Dalam Negeri memiliki hak untuk melakukan evaluasi. Mendagri menilai sepanjang anggaran tersebut dipergunakan untuk kemaslahatan masyarakat yang ada di daerah tidak menjadi masalah.

Mendagri memberikan contoh jangan sampai membuat program pembangunan peningkatan masyarakat nelayan namun dalam praktiknya terlalu luas. Jika memang untuk nelayan, maka bisa langsung diperjelas untuk fokus pada hal-hal yang memang dibutuhkan untuk kesejahteraan nelayan.

“Kalau fokusnya pada masyarakat nelayan, ya sudah jelas, oh perlu berapa kapal nelayan, jaring-jaringanya bagaimana, solarnya bagaimana,” tutur Tjahjo.

EDITOR: Yus Arza

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.