Mencemari Lingkungan, Empat Perusahaan Tambang Beri Kompensasi Senilai Rp 2 Miliar

0
100
Malinau
Rapat kesepakatan bersama antara PDAM Malinau dengan empat perusahaan tambang, FPPM, dan Badan Pengawas PDAM Apa' Mening Malinau. (Foto: Suhedi/SERUJI)

MALINAU, SERUJI.CO.ID – Empat perusahaan Kamis (14/12) di ruang pertemuan kantor PDAM Apa’ Mening, Malinau, sepakat memberikan kompensasi Rp 2.159.402.000 berupa pembelian alat Pompa Intake, Pompa Dosing, Pompa Lumpur, Flusing dan penambahan Jaringan Instalasi PLN untuk Intake PDAM desa Singai Terang.

Ke empat perusahaan yaitu PT. Bara Dinamika Muda Sukses (BDMS), PT. Mitrabara Adiperdana (MA), PT. Kayan Putra Utama Coal (KPUC), dan PT. Atha Mart Naha Kramo (AMNK) sepakat dalam pembagian nilai kompensasi berupa beberapa alat sarana produksi kepada PDAM Apa’ Mening, Kabupaten Malinau, akibat dampak pencemaran limbah batubara terhadap media air sungai Malinau yang terjadi beberapa bulan lalu.

Melalui perhitungan yang panjang dan beberapa kali pertemuan yang dilakukan antara pihak perusahaan tambang, pemerintah, Forum Pemuda Peduli Malinau (FPPM), dan Jatam Kaltara, dapat kesimpulan empat perusahaan tambang sepakat pembagian nilai kompensasi, menanggulangi atas biaya kerusakan dan solusi kompensasi penanggulangan pencemaran media sungai Malinau yang untuk didistribusi ke 70% masyarakat Malinau.

Pembiayaan kompensasi atas dasar perhitungan dari PDAM Malinau, dan perusahaan berikan penawaran pembelian alat produksi yang dibutuhkan. Setelah perusahaan membeli alat-alat produksi tersebut kemudian diserahkan kepada pihak PDAM Malinau. Selanjutnya dilakukan pelaksanaan lapangan oleh PDAM Apa’ Mening Malinau.

Direktur PDAM Malinau Saiful Bahri, SH, MM kepada SERUJI menjelaskan, kronologis kejadian berawal pada triwulan pertama tahun 2017 terjadi tanggul perusahaan batubara jebol, sehingga terjadi pencemaran media sungai Malinau. Sementara sungai Malinau merupakan sumber air baku utama yang dikelola PDAM untuk air minum masyarakat Malinau.

“Sementara intake yang ada di desa Kuala Lapang ini cukup vital melayani lebih kurang 70% masyarakat Malinau. Sehingga pada waktu tanggul perusahaan tambang jebol maka terganggulah suplai air minum ke warga,” jelasnya.

Pada saat itu muncullah berbagai macam masalah, dan PDAM sudah sampaikan di DPRD dalam rapat dengar pendapat yang dihadiri oleh segenap pihak yang difasilitasi oleh Dewan Pengawas PDAM yakni Assisten II Malinau, juga didorong oleh partisipasi FPPM, LSM dan Jatam Kaltara.

“Memang di PDAM sendiri terdapat kerugian yang utama, antara lain terjadinya kerusakan pada pompa PDAM karena harus dipaksakan beroperasi untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat. Mengingat kondisi air baku pada saat itu dalam kondisi diatas normal,” ungkapnya.

Dan melalui mediasi-mediasi tersebut akhirnya dapat solusi, disepakati oleh perusahaan tambang untuk memberikan konpensasi atas beberapa masalah yang diderita oleh PDAM. Konpensasi tersebut diberikan dalam bentuk barang. PDAM hanya memberikan spesifikasi jenis barang dan dibuat dalam bentuk penawaran oleh perusahaan.

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....