Menaker Harapkan LPDP Beri Beasiswa Pelatihan Kerja

0
15
menteri ketenagakerjaan
Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri. (foto: istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri mengharapkan Lembaga Pengelola Lembaga Pendidikan (LPDP) bisa memberikan beasiswa untuk pelatihan kerja guna meningkatkan penguasaan keahlian terapan para pekerja.

“Kita minta Menkeu agar LPDP, dalam jangka pendek untuk skema minimal, jangan hanya untuk beasiswa pendidikan formal, tapi juga bisa digunakan buat beasiswa pelatihan kerja,” kata Hanif seusai mengikuti rapat koordinasi mengenai vokasi di Jakarta, Rabu (13/12).

Hanif menjelaskan beasiswa pelatihan kerja itu bisa dimanfaatkan bagi angkatan kerja baru yang tidak memiliki kemampuan yang memadai, agar pekerja tersebut memiliki keunggulan komparatif yang dibutuhkan oleh industri.

Selain itu, beasiswa LPDP ini bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan pekerja yang ingin meningkatkan keahlian, agar mempunyai nilai tambah yang berguna dalam menjalani profesi serta mendorong kualitas kerja.

“Misalnya di wartawan ada lembaga sertifikasi, seorang reporter ambil sertifikasi di luar negeri, biar bisa jadi Asred (Asisten Redaktur) atau Pimred (Pimpinan Redaksi). Ini mestinya bisa dari LPDP,” katanya.

Hanif mengatakan pihaknya juga mempunyai rencana lain untuk pembiayaan pelatihan kerja tersebut yaitu memanfaatkan pendanaan melalui APBN atau menggunakan jaminan sosial yang mempunyai pola seperti BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami sekarang juga sedang memikirkan ‘unemployment benefit’ (manfaat bagi korban PHK), berupa bantuan sosial pada pekerja yang terkena PHK untuk mencari pekerjaan yang baru,” tambahnya.

Hanif memastikan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah ini akan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta menyelaraskan ketersediaan lapangan kerja industri dengan jumlah angkatan kerja yang ada.

Upaya ini tidak mudah dilakukan karena adanya tantangan berupa bonus demografi dalam beberapa tahun mendatang serta era digitalisasi yang bisa menggerus penggunaan tenaga manusia.

Untuk itu, kerja sama dengan sektor industri juga dibutuhkan guna menyusun kurikulum pendidikan vokasi agar para pekerja bisa mempunyai skill atau kemampuan terapan yang bermanfaat bagi pengembangan sektor industri di Indonesia.

“Misalnya kurikulum, serahkan kepada industrinya saja, butuhnya yang seperti apa. Lalu dari peta kebutuhan yang diperlukan oleh industri itu, baru kemudian kita sesuaikan input SDM-nya,” pungkasnya. (Ant/SU03)

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....