close

Menag: Vaksinasi Harus Utamakan Faktor Pencegahan Mudarat

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan vaksinasi harus berorientasi pada mencegah terjadinya mudarat atau kerugian sehingga perlu banyak sosialiasi.

“Harus ada sosialisasi yang lebih masif untuk menjelaskan kepada publik, seseorang itu kalau tidak divaksin itu mudaratnya apa,” kata Lukman saat menerima Menteri Kesehatan Nila Moeloek di kantornya di Jakarta, Selasa (23/1).

Dia mengatakan mudarat vaksinasi harus terus dipublikasikan kepada masyarakat sehingga mengerti jika vaksin itu penting untuk mencegah penyakit tertentu misalnya Difteri, Rumela, Rubella dan lainnya.

Menurut dia, sosialisasi soal vaksinasi menjadi tugas bersama, khususnya Kemenkes yang paling memahami sisi medis.


Lukman mengatakan Kemenkes harus menjelaskan mengenai dampak seseorang jika tidak divaksinasi maka akan terdampak sejumlah penyakit tertentu.

“Dan dalam agama, mencegah mudarat itu harus diprioritaskan sehingga kemudian publik teredukasi dan termotivasi untuk melakukan pencegahan dengan salah satunya melalui vaksin,” kata dia.

Pertemuan Menag dan Menkes dilakukan untuk membahas sejumlah hal termasuk vaksin.

Selain itu, pertemuan lintas kementerian tersebut dalam kerangka mensinergikan sejumlah program kesehatan dengan Kementerian Agama terutama pada Pelayanan Kesehatan Haji, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Sertifikasi Halal. (Ant/SU05)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Tolak PPDB Zonasi Yang Tidak Berkeadilan, KOMPAK Siang Ini Geruduk Grahadi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Ratusan orang tua yang tergabung dalam...

Kuasa Hukum Jokowi-KH Ma’ruf Siap Hadapi Saksi Dari Pihak Prabowo-Sandi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Tim kuasa hukum Jokowi-KH Ma'ruf Amin...

Sidang Ketiga Sengketa Pilpres 2019 Akan Digelar Hari Ini

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Mahkamah Konstitusi (MK) Rabu (19/6) pagi...

Wagub Jabar: PPDB Zonasi Upaya Pemerataan Pendidikan

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul...

Dinilai Bermasalah, Warga Surabaya Minta PPDB SMAN Online Dihentikan dan Evaluasi

“Sistem IT untuk seleksi yang dibangun teman-teman ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya -red) ternyata belum siap, belum ada uji coba yang layak, sehingga saat pelaksanaan data pemeringkatannya kacau balau,” ungkap Jospan lewat keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Selasa (18/6).

Persijap Jepara Target Gelar Laga Uji Coba Maksimal Tiga Kali

JEPARA, SERUJI.CO.ID - Tim Persijap Jepara, Jawa Tengah, menargetkan menggelar...

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Dinilai Bermasalah, Warga Surabaya Minta PPDB SMAN Online Dihentikan dan Evaluasi

“Sistem IT untuk seleksi yang dibangun teman-teman ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya -red) ternyata belum siap, belum ada uji coba yang layak, sehingga saat pelaksanaan data pemeringkatannya kacau balau,” ungkap Jospan lewat keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Selasa (18/6).