Menag Agendakan Pertemuan Lanjutan Bahas Kehalalan Vaksin


JAKARTA, SERUJI.CO.ID –┬áMenteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengagendakan sejumlah pertemuan lanjutan antara kementeriannya dan Kementerian Kesehatan guna membahas kehalalan vaksin dalam tataran teknis.

Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan sepakat untuk membahas kebijakan sertifikasi halal vaksin pada tataran yang lebih teknis, demikian dikutip dari laman kemenag.go.id.

Menag menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti audiensi dua kementerian di Jakarta, Selasa (23/1), dengan pertemuan-pertemuan lanjutan yang membahas hal-hal teknis terkait kebijakan kedua kementerian ini.

Lukman mengatakan pertemuan-pertemuan lanjutan juga akan membahas persoalan lain seperti sertifikasi halal obat dan alat kesehatan.

“Persoalan vaksin ini pada daerah-daerah tertentu masih menimbulkan persoalan,” kata dia.

Bahkan, lanjut dia, tidak jarang para penghulu yang menjadi garda terdepan Kemenag kerap mendapat pertanyaan dari masyarakat mengenai kehalalan vaksin.

Dalam audiensi Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan pada Selasa (23/1), pihak Kemenkes mengeluhkan tentang banyaknya penolakan vaksinasi dari masyarakat, khususnya di sekolah-sekolah. Salah satu penyebabnya adalah adanya kekhawatiran masyarakat akan kehalalan vaksin tersebut.

Kemenkes juga berharap agar Kemenag melalui BPJPH dapat meninjau kembali pencantuman label halal pada obat, vaksin dan alat kesehatan. Kemenkes mengusulkan agar pengaturan halal terhadap obat, produk biologi dan alat kesehatan diatur tersendiri dalam Peraturan Presiden. (Ant/SU05)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Corpopreneur Yes! Entrepreneur No!

Kita tidak butuh lagi peningkatan jumlah atau persentase entrepreneur. Yang dibutuhkan adalah bagaimana membesarkan perusahaan-perusahaan gurem itu menjadi perusahaan perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan prinsipal yang karyawannya puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang.

Implikasi Hukum Kebohongan Publik dari Pejabat Negara

JADI DARI KEDUA LANDASAN HUKUM ISLAM TERSEBUT JELAS BERBOHONG ATAU BERDUSTA ADALAH PERBUATAN YANG DILARANG DAN HARAM HUKUMNYA.

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

close