Memaknai Hari Sumpah Pemuda, IHA Resmikan Pembangunan 10 Sekolah di Rohingya

MRAUK U TOWNSHIP, SERUJI.CO.ID – Sejumlah Lembaga Kemanusiaan Nasional, yang tergabung dalam Indonesian Humanitarian Alliance (IHA), mencoba memaknai hari Sumpah Pemuda, dengan kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan ke masyarakat etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar.

Kali ini, bantuan berupa pembangunan 10 unit sekolah, 3 Madrash, serta Renovasi 2 sekolah. Peresmian pembangunannya secara simbolik dilaksanakan lewat peletakan batu pertama oleh Program Manager IHA, Surya Rahman M, bertepatan Hari Sumpah Pemuda, Ahad (28/10).

Bantuan kemanusiaan dan pembangunan itu, melalui program yang bertajuk “Humanitarian Assistance for Sustainable Community” atau disingkat HASCO fokus pada pemenuhan layanan dasar. Untuk menunjang keberlanjutan kehidupan dan penghidupan masyarakat Rohingya di Myanmar.

Bantuan melalui pemberian dukungan layanan Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi dan Relief.
Program Pendidikan dan Ekonomi, yang sudah direncanakan IHA di Rakhine sempat tertunda penyalurannya selama 1 tahun. Hal ini dikarenakan situasi keamanan di wilayah Rakhine yang sempat kembali meningkat pascakonflik horizontal yang kembali terjadi pada 25 agustus 2017 tahun lalu.

Untuk mengisi kekosongan selama 1 tahun tersebut, IHA juga tetap menyalurkan bantuan pangan dan non-pangan, memalui program relief. Untuk Program Pendidikan akan diawali dengan pembangunan permanen fasilitas Pendidikan sebanyak 10 unit sekolah umum, 3 madrasah dan renovasi 2 sekolah pemerintah di 2 township (setingkat-kecamatan) yaitu Kyauk Taw Township dan Mrauk U Township.

Program Pendidikan ini, tidak hanya berupa pembangunan fisik, namun juga pemberian fasilitas pendukung Pendidikan, fasilitas belajar anak dan pelatihan bagi tenaga pengajar. Diharapkan program ini dapat diselesaikan dalam waktu 1 tahun, sebelum sepenuhnya kita serahkan kemasyarakat.

Sebagai bentuk inklusifitas dukungan kemanusiaan ini, penerima manfaat dari bantuan kemanusiaan IHA, tidak hanya berasal dari Komunitas Muslim Rohingya, namun juga masyarakat etnis Rakhine yang mayoritas beragama Budha, yang urut terdampak akibat konflik. Diharapkan dengan dukungan kepada kedua belah pihak dapat medorong terjadinya rekonsiliasi kedepannya. (PKPU/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Blunder

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER