Memaknai Hari Sumpah Pemuda, IHA Resmikan Pembangunan 10 Sekolah di Rohingya

0
17
  • 4
    Shares

MRAUK U TOWNSHIP, SERUJI.CO.ID – Sejumlah Lembaga Kemanusiaan Nasional, yang tergabung dalam Indonesian Humanitarian Alliance (IHA), mencoba memaknai hari Sumpah Pemuda, dengan kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan ke masyarakat etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar.

Kali ini, bantuan berupa pembangunan 10 unit sekolah, 3 Madrash, serta Renovasi 2 sekolah. Peresmian pembangunannya secara simbolik dilaksanakan lewat peletakan batu pertama oleh Program Manager IHA, Surya Rahman M, bertepatan Hari Sumpah Pemuda, Ahad (28/10).

Bantuan kemanusiaan dan pembangunan itu, melalui program yang bertajuk “Humanitarian Assistance for Sustainable Community” atau disingkat HASCO fokus pada pemenuhan layanan dasar. Untuk menunjang keberlanjutan kehidupan dan penghidupan masyarakat Rohingya di Myanmar.

Loading...

Bantuan melalui pemberian dukungan layanan Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi dan Relief.
Program Pendidikan dan Ekonomi, yang sudah direncanakan IHA di Rakhine sempat tertunda penyalurannya selama 1 tahun. Hal ini dikarenakan situasi keamanan di wilayah Rakhine yang sempat kembali meningkat pascakonflik horizontal yang kembali terjadi pada 25 agustus 2017 tahun lalu.

Untuk mengisi kekosongan selama 1 tahun tersebut, IHA juga tetap menyalurkan bantuan pangan dan non-pangan, memalui program relief. Untuk Program Pendidikan akan diawali dengan pembangunan permanen fasilitas Pendidikan sebanyak 10 unit sekolah umum, 3 madrasah dan renovasi 2 sekolah pemerintah di 2 township (setingkat-kecamatan) yaitu Kyauk Taw Township dan Mrauk U Township.

Program Pendidikan ini, tidak hanya berupa pembangunan fisik, namun juga pemberian fasilitas pendukung Pendidikan, fasilitas belajar anak dan pelatihan bagi tenaga pengajar. Diharapkan program ini dapat diselesaikan dalam waktu 1 tahun, sebelum sepenuhnya kita serahkan kemasyarakat.

Sebagai bentuk inklusifitas dukungan kemanusiaan ini, penerima manfaat dari bantuan kemanusiaan IHA, tidak hanya berasal dari Komunitas Muslim Rohingya, namun juga masyarakat etnis Rakhine yang mayoritas beragama Budha, yang urut terdampak akibat konflik. Diharapkan dengan dukungan kepada kedua belah pihak dapat medorong terjadinya rekonsiliasi kedepannya. (PKPU/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU