Megawati Lakukan Kunjungan Kerja ke China

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri yang juga ketua umum PDI Perjuangan melakukan kunjungan kerja ke China untuk menghadiri kegiatan World Peace Forum (WPF) VIII dan rangkaian kegiatan lainnya, pada 6-12 Juli 2019.

Berdasarkan siaran pers dari PDI Perjuangan menyebutkan, Megawati tiba di Beijing, China, pada Sabtu (6/7) malam. Di Bandara Beijing Capital International, Megawati disambut oleh Duta Besar Indonesia untuk China, Djauhari Oratmangun, dan jajarannya.

Megawati yang didamingi Ketua DPP PDI Perjuangan Rochmin Dahuri dan beberapa staf, kemudian diantarkan ke hotel tempatnya menginap dan menerima ucapan selamat datang dari staf Kedubes RI di Beijing China serta awak media yang meliput agenda kegiatan Megawati selama di Beijing.

Megawati tampak tersenyum lebar. “Apa kabar,” tanya Megawati kepada sejumlah awak media yang menyambutnya. Sejenak terjadi percakapan ringan antara awak media dan Megawati.

Di Beijing, Megawati akan mengawali kegiatannya melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden China Wang Qishan, yang dijadwalkan, pada Senin (8/7).

Disebutkan, agenda utama kunjungan Megawati ke Beijing adalah untuk menghadiri kegiatan World Peace Forum (WPF) VIII di Beijing pada Senin (8/7) hingga Selasa (9/7). Megawati dijadwalkan menjadi pembicara kunci dalam salah satu pleno di forum tersebut.

Megawati juga dijadwalkan akan melakukan beberapa kegiatan lainnya selama kunjungannya ke Tiongkok, seperti mengunjungi Expo Hortikultura Dunia Beijing, Stasiun Eksperimental Universitas Agrikultural Tiongkok, dan Pusat Jaringan Gempa Bumi Tiongkok.

Stasiun Eksperimental Universitas Agrikultural Tiongkok ini merupakan tempat penelitian teknologi pertanian, tempat pembinaan talenta pertanian, serta lapangan pengajaran penanaman praktis.

Megawati diketahui memiliki minat yang sangat tinggi di bidang pertanian, bahkan mengoleksi sejumlah tanaman.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi