Ledakan Bom di Sidoarjo, Polisi Pastikan Tiga Tewas

SIDOARJO, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Daerah Jawa Timur memastikan tiga orang tewas sebagai korban ledakan bom di Rumah Susun Wonocolo, Sidoarjo, Jatim, pada Ahad (13/5) malam.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Sidoarjo, Senin (14/5) dini hari, mengatakan selain tiga orang yang meninggal dunia, terdapat dua anak perempuan yang masih dirawat di rumah sakit.

“Sementara itu, ada satu anak-anak yang selamat akibat peristiwa ini,” katanya saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Baca juga: Ledakan Bom Sidoarjo, Dua Unit Ambulans Siaga di Rusun Wonocolo

Ia mengemukakan tiga orang yang meninggal dunia itu, salah satunya bernama Anton yang merupakan kepala keluarga.

“Pada saat tim masuk, melihat Anton masih memegang ‘switcher’ dan kami tidak ingin mengambil risiko dan melumpuhkan Anton, sehingga total sementara ada tiga orang yang meninggal dunia,” katanya.

Pihaknya akan kembali masuk lokasi kejadian dan “meng-update” kondisi terbaru terkait dengan ledakan bom di Rumah Susun Wonocolo, Sidoarjo.

Lidya salah seorang penghuni Rumah Susun Wonocolo, mengaku tidak tahu persis kejadian ledakan tersebut.

Baca juga: Jaringan Teroris Ubah Strategi Gunakan Pelaku Perempuan

“Saya kira hanya ledakan elpiji, tapi tidak tahunya ledakan bom,” ujarnya.

Di lokasi kejadian juga tampak Kapolda Jatim Irjenpol Machfud Arifin, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, dan Wakil Bupati Sidorjo Nur Ahmad Syaifuddin.

Beberapa kali ledakan terjadi di Rusun Wonocolo, Sidoarjo pada Ahad (13/5) sekitar pukul 20.30 WIB. Setelah itu, beberapa kali ledakan juga terjadi sekitar pukul 22.30 WIB dan pukul 23.00 WIB.

Belum ada pernyataan resmi dari petugas kepolisian terkait dengan motif kejadian ledakan ini. Namun, dari informasi di lapangan, sebanyak tiga orang terluka dan harus dibawa ke rumah sakit terdekat.

Rusun Wonocolo, Kecamatan Taman, Sidoarjo dekat dengan perbatasan Kota Surabaya, yaitu sekitar 9-10 kilometer arah barat lokasi ledakan di tiga lokasi gereja di Surabaya pada Ahad (13/5) pagi. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Penggratisan Suramadu: Memperdalam Kekeliruan Kebijakan Pemerintah

"Kebijakan ini dibangun di atas paradigma benua, bertentangan dengan paradigma kepulauan. Dalam paradigma benua, kapal bukan infrastruktur, tapi jalan dan jembatan. Kapal disamakan dengan truk dan bis," Prof Danie Rosyid.

Tidak Larang Demo Saat Pelantikan, Jokowi: Dijamin Konstitusi

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ingin dilakukan masyarakat, menjelang dan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, pada tanggal 20 Oktober mendatang.

La Nyalla: Kongres PSSI Merupakan Momentum Mengembalikan Kedaulatan Voters

"Dengan hak suaranya di kongres, voters lah yang akan menjadi penentu hitam putihnya sepakbola negeri ini. Sebab, voters-lah yang memilih 15 pejabat elit PSSI untuk periode 2019-2023. Yaitu Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Exco," kata La Nyalla

Rhenald Kasali: CEO Harus Bisa Bedakan Resesi dengan Disrupsi

Pakar disrupsi Indonesia, Prof Rhenald Kasali mengingatkan agar pelaku usaha dan BUMN bisa membedakan ancaman resesi dengan disrupsi. Terlebih saat sejumlah unicorn mulai diuji di pasar modal dan beralih dari angel investor ke publik.

Ditengah Merapatnya Prabowo ke Jokowi, Sandiaga “Deklarasi” Kembali ke Gerindra

Sandiaga Uno yang sebelum Pilpres 2019 menyatakan keluar dari Partai Gerindra untuk berpasangan dengan Prabowo di Pilpres 2019, hari ini Selasa (15/10) menyatakan kembali ke partai asalnya tersebut.

Anda Penderita Tukak Lambung? Catat, Inilah Obat Pengganti Ranitidin Yang Telah Ditarik

Dari laman resmi BPOM yang diakses di Jakarta, Selasa (15/10), menyebut obat dengan Ranitidin saat ini ditarik secara sementara karena diduga mengandung cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang memicu kanker (karsinogenik).

Sesuai Anjuran Anies, Pemkot Jaktim Siapkan Trotoar Jatinegara Untuk Berdagang PKL

Pemerintah Kota Jakarta Timur saat ini sedang menyiapkan area trotoar di kawasan Jatinegara sebagai area bagi pedagang kaki lima (PKL). Hal ini dilakukan sesuat dengan permintaan Gubernur Anies Baswedan.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Cara Sederhana Membuat Minyak Alpukat

Coba ganti minyak goreng dengan minyak alpukat, yang bisa anda buat sendiri.