Lanjutkan Recovery Lombok, Ini Rencana Aksi PKPU HI di Bulan Oktober 2018


LOMBOK, SERUJI.CO.ID – Gempa yang mengguncang Lombok dan sekitarnya pada akhir bulan Juli 2018 lalu telah berdampak luas pada kehidupan masyarakat disana. Sampai saat ini, warga terdampak masih membutuhkan bantuan.

Disaat Tim Rescue PKPU Human Initiative telah bergerak ke Donggala-Palu untuk melakukan penanganan darurat pasca gempa dan tsunami, Tim Recovery PKPU Human Initiative saat ini terus berkomitmen melanjutkan program pemulihan gempa Lombok. Sejalan dengan instruksi Pemerintah untuk tidak melupakan gempa Lombok.

Koordinator Tim Recovery Lombok, Ferry Suranto menuturkan warga terdampak saat ini masih sangat membutuhkan bantuan hingga kondisi dapat pulih kembali.

“Lombok masih butuh kita, program pemulihan baik infrastruktur maupun pengadaan logistik lainnya harus terus dilakukan,” ungkap Ferry.

Menurut Ferry, dalam penanganan gempa Lombok, PKPU Human Initiative telah merencanakan berbagai program recovery khususnya di bulan Oktober 2018 ini.

“Bulan ini, kami akan mendistribusikan logistik sebanyak 747 paket, cooking set dan hygiene kits untuk 3.735 jiwa penerima manfaat,” ungkap Ferry.

Selain itu, distribusi air bersih yang menjadi kebutuhan dasar warga terdampak terus dilakukan. Sedikitnya 12 tandon air akan didistribusikan di wilayah terdampak gempa yang saat ini sedang mengalami kekeringan.

“Kemarin (11/10) dropping 180.000 liter air bersih akan dilakukan di desa-desa sekitar lombok tengah, lombok barat dan lombok utara yang memang kesulitan mendapat air bersih. Penyiapan water tank dan timeline pendistribusian sedang dirancang,” tambah Ferry.

PKPU Human Initiative juga akan membangun 3 unit Serambi Nyaman, 5 unit MCK dan 3 sumur bor untuk 3 desa dan 5 unit (lagi) Sekolah Darurat.

Sebelumnya, PKPU Human Initiative telah meresmikan 1 unit Sekolah Darurat untuk mendukung proses belajar siswa-siswi terdampak gempa kembali berjalan seperti semula. Selain itu telah membangun 406 “rumah senyum” (huntara) dan akan melanjutkan pembangunan 143 unit lagi di lombok utara dan lombok barat.

Sebagai informasi, untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi NTB pasca gempa, Presiden telah mengeluarkan Inpres No 5 Tahun 2018.

Amanat inpres sendiri berisi pembangunan prasarana dan sarana dasar untuk mendukung berfungsinya kembali aktifitas pendidikan, kesehatan, agama, dan fasilitas penunjang perekonomian paling lambat akhir Desember 2018 dan prasarana lain paling lambat 2019. (PKPU/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close