KSPI: Daya Beli Menurun Bukan Gorengan Lawan Politik

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, penurunan daya beli masyarakat bukan hanya sekedar isu yang dihembuskan sebagai ‘gorengan’ lawan politik, tapi merupakan fakta yang terjadi.

“Sadarlah, presiden telah keliru bahwa industri tumbuh 16,9 persen dan menyatakan tidak ada penurunan daya beli masyarakat dan buruh. Isu itu hanya gorengan lawan politik, itu tidak benar,” kata Said Iqbal pada aksi Hari Upah Layak Internasional di Jakarta, Sabtu (7/10).

Said Iqbal merujuk pernyataan Presiden Joko Widodo pada rakornas Kamar Dagang dan Industri (KADIN) pada Selasa (3/10) malam yang menyebutkan isu penurunan daya beli masyarakat sengaja dihembuskan oleh lawan politik untuk kepentingan Pilpres 2019.

“Kami hari ini turun ke jalan karena fakta di lapangan sudah hampir 50 ribu orang mengalami PHK. Ini fakta bukan sekedar angka dari pembisik presiden, turunlah ke lapangan dan lihat itulah fakta yang dihadapi,” kata dia.

Ia berpendapat bahwa pernyataan tersebut keliru karena saat ini terjadi penurunan daya beli masyarakat, harga kebutuhan pokok yang melambung, naiknya tarif dasar listrik serta BBM.

Di samping itu, upah buruh murah, juga terjadi PHK di berbagai sektor industri di seluruh Indonesia sehingga semakin melemahkan daya beli buruh dan masyarakat. Akibatnya akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Meski ia mengakui terjadi pergeseran dari transaksi “offline” ke transaksi “online” namun tidak begitu berdampak besar karena diperkirakan transaksi “online” atau berbelanja melalui ecommerce hanya 1,5 persen dari total transaksi.

“Jadi ‘online’ itu hanya menyerap ratusan tenaga kerja tapi faktanya akibat daya beli buruh dan rakyat yang menurun telah terjadi PHK besar-besaran, hampir 50 ribu buruh ter PHK dalam tiga bulan terakhir,” ujar dia. (Ant/SU02)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER