KPU Sudah Serahkan Bukti dan Jawaban Untuk Sidang Pileg 2019

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari mengatakan pihaknya telah menyerahkan alat bukti serta jawaban atas dalil-dalil permohonan perkara sengketa hasil Pileg 2019.

“Jawaban sudah disampaikan terakhir pada Jumat (5/7) lalu, kemudian alat bukti juga sudah disampaikan pada saat yang bersamaan,” ujar Hasyim di Gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta, Jumat (12/7).

Namun mengingat adanya kesempatan perbaikan permohonan, maka Mahkamah Konstitusi (MK) juga memberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan jawaban hingga dua hari sebelum sidang digelar.

“Alhamdulillah KPU untuk sidang hari pertama, hari kedua, hingga hari ketiga, sudah dimasukkan semua untuk perbaikan jawaban termasuk untuk perkara yang disidangkan hari ini, batasnya sampai pukul 12.00 WIB,” jelas Hasyim.

Kemudian terkait dengan alat bukti, Hasyim mengatakan KPU telah menyerahkan kepada Mahkamah secara bertahap.

“Masing-masing daerah sudah menyampaikan lalu mengorganisir itu (bukti) untuk dipersiapkan untuk disampaikan ke Mahkamah,” kata Hasyim.

Sidang pendahuluan perkara sengketa hasil Pileg 2019, merupakan tahap keenam dari 11 tahap proses penyelesaian perkara perkara sengketa hasil Pileg 2019. Sidang pendahuluan ini digelar sejak Selasa (9/7) hingga Jumat (12/7).

Setelah tahap pemeriksaan pendahuluan dilalui, pihak termohon atau KPU diminta menyerahkan perbaikan jawaban serta keterangan.

Kemudian sidang pemeriksaan sebagai tahap kedelapan, diagendakan pada pada 13 Juli hingga 30 Juli. Tahap selanjutnya adalah Rapat Pemusyawaratan Hakim (RPH), kemudian dilanjutkan dengan sidang pengucapan putusan pada 6 Agustus hingga 9 Agustus.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.