close

KPU: Sebelum Caleg Diajukan, Parpol Harus Selektif dan Perhatikan Syarat

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau menyatakan partai politik peserta Pemilu 2019 harus selektif dan memperhatikan persyaratan calon anggota Legislatif sebelum mengajukannya ke KPU.

“Sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota, melarang mantan narapidana bandar narkoba, kejahatan seksual anak (pedofilia), dan koruptor sebagai calon anggota Legislatif,” kata anggota KPU Provinsi Riau Abdul Hamid di Pekanbaru, Sabtu (14/7).

Karena ada larangan itu, kata Abdul Hamid, setiap rekam jejak bakal calon anggota Legislatif (Bacaleg) menjadi perhatian bagi KPU Provinsi Riau.

Ia juga mengingatkan parpol bahwa KPU tidak sendirian dalam pemantauan dan pengawasan terhadap para mantan pelaku kejahatan itu karena masyarakat juga akan memonitor.


“Ketiga jenis kejahatan ini akan diawasi bersama oleh masyarakat dan diseleksi ketat oleh parpol,” katanya.

Ia berharap masyarakat bisa mengawasi dan melaporkan jika ada Caleg yang pernah menjadi terpidana tiga kasus tersebut.

Sebenarnya, kata Abdul Hamid, dalam pendaftaran Bacaleg juga akan ada sebuah perjanjian dengan menandatangani pakta integritas yang berisikan pernyataan bahwa yang mendaftar bukan mantan napi bandar narkoba, pelaku kejahatan seksual anak, dan koruptor.

“Yang menandatangani ini nantinya adalah ketua partai yang menyatakan Calegnya bebas dari jenis kejahatan tersebut,” pungkas Hamid.

Sementara itu, Ketua PKS Kota Pekanbaru Sofyan Siradj menyatakan bahwa pihaknya sudah mendaftarkan 45 bacalegnya ke KPU Provinsi Riau pada tanggal 12 Juli 2018.

“PKS merupakan partai pertama yang mendaftar ke KPU Kota Pekanbaru,” ujar Sofyan Siradj.

Ia menambahkan bahwa PKS mendaftarkan Bacalegnya pada enam daerah pemilihan (rapil) di Pekanbaru dengan keterwakilan perempuan terpenuhi 30 persen. (Ant/SU01)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Hari Pertama PPDB di Banten Berjalan Lancar

SERANG, SERUJI.CO.ID - Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy, menyebutkan...

Waktu Pengambilan “Token” PPDB SMP di Denpasar Diperpanjang

DENPASAR, SERUJI.CO.ID - Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora)...

Legislator: Penerapan Sistem Zonasi PPDB Seharusnya Bertahap

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat...

Disdikbud Tingkatkan Pengawasan PPDB di Cianjur

CIANJUR, SERUJI.CO.ID - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Cianjur, Jawa...

Wagub Banten Minta Disdikbud Pastikan Tidak Ada Kendala Dalam PPDB 2019

SERANG, SERUJI.CO.ID - Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy meminta...

Minta Kasus Kivlan Zen Diselesaikan Secara Hukum, Begini Penjelasan Ryamizard

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menegaskan kasus hukum yang menimpa mantan Kepala Staf Kostrad (Kaskostrad) Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen harus diselesaikan secara prosedur hukum.

TERPOPULER