KPU Pontianak: Pemasangan APK Harus Tertib dan Sesuai Aturan

PONTIANAK, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pontianak mengimbau kepada partai politik dan calon legislatif untuk tertib dalam memasang Alat Peraga Kampanye (APK) di kota itu.

“Kami imbau para peserta Pemilu 2019 agar tertib dalam memasang sejumlah APK sesuai aturan yang berlaku,” kata Komisioner KPU Kota Pontianak Deni Nuliadi di Pontianak, Sabtu (10/11).

Ia menjelaskan, pemasangan alat peraga kampanye, baik oleh parpol maupun peserta Pileg dilakukan untuk memperkenalkan dirinya kepada masyarakat, termasuk di Kota Pontianak.

“Kami berharap, parpol juga ikut menertibkan APK yang dilakukan oleh para caleg agar tidak menyalahi aturan yang berlaku,” ujarnya.

Ia menambahkan, KPU sudah mengatur tentang APK milik peserta Pemilu 2019, yakni dari segi ukurannya, seperti untuk baliho ukuran maksimum adalah 4×7 meter.

Kemudian aturan dari jumlah alat peraga kampanye, dan KPU juga akan memfasilitasinya, yakni untuk partai politik mendapat 10 buah baliho dan spanduk sebanyak 16 buah, katanya.

“Masing-masing partai politik juga punya kesempatan untuk menambah jumlah alat peraga kampanye, yakni masing-masing sebanyak lima baliho per kelurahan dan sepuluh spanduk per kelurahan,” ujarnya.

Sehingga, para peserta Pemilu 2019 tidak diperbolehkan menambah jumlah APK yang telah ditentukan tersebut. Apabila ada alat peraga kampanye yang dipasang sendiri oleh caleg maka terhitung sebagai bagian dari alat peraga kampanye partai politik tersebut.

“Jika ada caleg yang memasang baliho di kelurahan tertentu maka itu terhitung sebagai kuota APK partai politik, dan apabila ada kelebihan jumlah alat peraga kampanye yang terpasang maka akan dilakukan penertiban oleh Bawaslu,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Deni menambahkan, untuk di Kota Pontianak ada beberapa tempat yang seharusnya tidak boleh terpasang APK, seperti di Jalan Gajahmada dan sejumlah tempat lainnya. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.