Komnas Tembakau: Pembahasan RUU Pertembakauan Sebuah Ironi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua Umum Komite Nasional Pengendalian Tembakau Prijo Sidipratomo menganggap Rancangan Undang-Undang Pertembakauan, atau RUU Pertembakauan yang pembahasannya dilanjutkan DPR dengan dimasukkan kembali ke dalam Program Legislasi Nasional 2018 sebagai sebuah ironi.

“Padahal sikap pemerintah jelas tidak mau membahas. Bahkan pemerintah sama sekali tidak mengajukan daftar isian masalah untuk RUU Pertembakauan,” kata Prijo dalam jumpa pers yang diadakan Komnas Pengendalian Tembakau di Jakarta, Selasa (30/1).

Prijo menganggap pembahasan kembali RUU Pertembakauan sebagai sebuah ironi karena DPR sama sekali mengabaikan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan rokok sebagai penyumbang kemiskinan kedua setelah beras.

“Kalau rokok menjadi penyumbang pengeluaran terbesar kedua pada rumah tangga miskin, kita tidak akan bisa mengeluarkan mereka dari lembah kemiskinan. Itu karena komoditas-komoditas yang bisa mengeluarkan mereka dari kemiskinan dikalahkan oleh rokok,” tuturnya.

BACA JUGA: BPS: Rokok Sumbang Kemiskinan Terbesar Kedua

Prijo, yang juga seorang dokter, mengatakan di dunia kedokteran terdapat sebuah teori yang menyatakan generasi yang baik dapat dibentuk dengan menjaga anak selama 1.000 hari pertama kehidupan sejak dari dalam kandungan.

Bila 1.000 hari pertama kehidupan anak diganggu oleh rokok, misalnya orang tua yang merokok saat bayi masih di dalam kandungan atau merokok di depan anak, maka tidak akan tumbuh menjadi generasi yang baik.

“Kandungan akan terganggu. Mereka masih bisa lahir dan tumbuh dewasa, tetapi tidak akan menjadi anak yang cerdas. Mereka akan kalah dengan anak yang pertumbuhannya optimal. Karena itu, rokok jelas akan menghancurkan sebuah bangsa,” katanya.

Data BPS menunjukkan rokok memberikan sumbangan yang cukup besar pada garis kemiskinan baik di perkotaan maupun di perdesaan.

Pengeluaran rumah tangga miskin untuk rokok menempati posisi kedua setelah beras, di atas pengeluaran untuk perumahan, pemenuhan gizi dan pendidikan.

Karena itu, Komnas Pengendalian Tembakau menilai RUU Pertembakauan sarat dengan kepentingan industri rokok dengan mengabaikan kepentingan kesehatan masyarakat dan keberlanjutan generasi. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Dokter Bedah Yang Ditahan Kejari Pekanbaru Ini, Gemar Ongkosi Pasien Kurang Mampu

Tak hanya memberi pengobatan gratis, ternyata selama ini drg Masrial juga banyak membantu pasien kurang mampu. Apa saja bentuk bantuan itu?

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Akibat drg Masrial Ditahan Kejari, Operasi Gratis Bibir Sumbing 40 Pasien Ini Terancam Batal

Akibat penahanan drg. Masrial, pelaksanaan operasi gratis bibir sumbing di Bengkulu terancam batal.

Muru’ah