Komnas PT: Rokok Itu Membunuh, Kenapa Boleh Diiklankan?

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua Umum Komite Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT) dr Prijo Sidipratomo mempertanyakan naskah Rancangan Revisi Undang Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran yang sedang dibahas DPR kemungkinan tetap akan mengizinkan iklan rokok, padahal rokok mengandung zat-zat yang mematikan.

“Rokok membunuh kok boleh diiklankan. Undang-undang yang ada di Indonesia sudah mengakui tembakau merupakan zat adiktif yang mematikan, Kenapa diupayakan mati-matian untuk tetap bisa beriklan,” tanya Prijo dalam jumpa pers, di Jakarta, Senin (16/10).

Prijo mengatakan pasal 113 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan secara tegas menyatakan tembakau mengandung zat adiktif, sehingga konsumsinya harus diatur.

Pelarangan iklan, kata dia, merupakan salah satu upaya untuk mengatur konsumsi produk tembakau.

Apalagi, fakta bahwa tembakau mengandung zat adiktif diperkuat oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Pada 2012, MK menolak uji materi pasal 113 dan 116 Undang Undang Kesehatan tentang tembakau mengandung zat adiktif dan secara tegas menyatakan tembakau termasuk dalam kelompok zat adiktif.

“Dalam tiga tahun terakhir, tren iklan rokok terus mengalami kenaikan. Jelas terlihat industri rokok berupaya mencari konsumen baru,” katanya pula.

Berbagai metode beriklan itu, Prijo menilai, media penyiaran merupakan media yang paling disukai industri tembakau karena dampaknya yang luas dalam menarik konsumen baru. Apalagi, media periklanan luar ruang semakin berkurang akibat kebijakan di tingkat lokal yang semakin ketat mengatur reklame rokok.

“Saat ini, iklan rokok masih diperbolehkan di media penyiaran pada pukul 21.30 hingga 05.00. Satu jam pertama biasanya menjadi waktu paling gencar bagi iklan rokok. Apalagi dengan mencantumkan harga, sehingga anak-anak bisa memperhitungkan uang jajan mereka untuk membeli rokok,” katanya lagi. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

PT Semen Indonesia: Jebloknya Arus Kas Pasca Akuisisi Super Mahal Holcim

Akuisisi mestinya adalah sesuatu yang positif. Tetapi laporan keuangan terbaru SI berkata lain. Akuisisi justru menurunkan kinerja. Mengapa?

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER