Komisi X Minta Kemendikbud Terbitkan PP UU Perfilman

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Komisi X DPR RI meminta agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia segera menerbitkan peraturan pelaksanaan sebagaimana diamanahkan oleh UU No 33 Tahun 2009 tentang Perfilman.

Melalui siaran pers yang diterima wartawan, Rabu (17/1), Anggota Komisi X Anang Hermansyah menilai belum dilaksanakannya amanah dalam UU ini membuat ketidakpastian dan suasana tidak kondusif di dunia perfilman nasional dewasa ini.

“Perfilman nasional jangan dibiarkan tanpa ada peraturan pelaksanaan, padahal UU Perfilman sudah memerintahkan hal tersebut,” kata Anang.

Menanggapi hal ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi yang hadir dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi X ini berjanji akan segera merealisasi permintaaan Komisi X DPR.

Sementara itu, kritikus film senior yang juga pakar hukum komunikasi, Wina Armada Sukardi mengatakan, harapan Komisi X sejalan dengan aspirasi pihak-pihak yang selama ini berkecimpung di kancah perfilman.

Dia pun berharap Kemendikbud mau berkomitmen terhadap penerbitan aturan ini.

“Kami akan kawal terus sampai semua peraturan pelaksanaan UU Perfilman terwujud. Kami berharap kali ini tidak sekedar janji-janji belaka lagi,” kata Wina.

Mengingat perlunya peraturan pelaksana UU Perfilman, dan masa kerja kementerian yang tinggal setahun lagi, Wina pun memberi target dalam tiga bulan sebaiknya peraturan pelaksana itu sudah harus teralisasi.

“Jika lebih dari tiga bulan kami kembali pesimis,” kata Wina.

Sutradara film Akhlis Suryapati mengatakan, dengan adanya desakan dari Komisi X DPR, berarti tidak ada lagi bagi Kemendikbud untuk menunda-menunda keluarnya peraturan pelaksnaa UU Perfilaman.

Akhlis mengharapkan dengan keluarnya peraturan-peraturan pelaksana UU Perfilman, carut marud peredaran perfilman nasional yang terjadi selama ini dapat diatasi.

“Peraturan pelaksana itu penting untuk membuat tata edar perfilman yang adil dan melaksanakan ketentuan 60 persen porsi film nasional, ” ujar Ahklis. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Orang-Orang Merdeka

Sejak media menjadi industri, informasi dan berita harus tunduk pada kepentingan pemilik modal, dan erubahlan wartawan hanya sebagai alat produksi semata

Anda ASN Yang Terpaksa Harus Bercerai? Simak Prosedur Yang Harus Dilalui

Anda seorang ASN dan sedang mengalami masalah rumah tangga yang berujung perceraian? Simak proses percerain ASN berikut, apa yang harus dilakukan dan kewajiban apa yang muncul.

Di Hari Kebangkitan Nasional Website Berisi Karya Denny JA Diluncurkan

Denny JA meluncurkan website 300 karyanya di website DENNY JA’s WORLD. Peluncuran webside ini bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional.

Pembunuhan Jurnalis: Selebriti Dunia Menuntut Pertanggungjawaban Pemerintah Israel

Lebih dari 100 selebriti dan artis mancanegara menuntut pertanggungjawaban pemerintah Israel terhadap pembunuhan jurnalis Shireen Abu Akleh.

Bela UAS, Netizen Indonesia Banjiri Akun Medsos Pejabat Singapura

SERUJI.CO.ID - Akun media sosial Presiden Singapura Halimah Yacob...

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Sudah 2 Minggu Jari Kaki Terasa Kebas, Apa Sebabnya?

Mengapa jari kaki saya berasa kebas/baal sdh 2 minggu dan ga hilang kebasnya .. sy sdh minum obat neutotopik dan kaki saya jg spt ketarik dr mulai pinghul hingga ke tungkai

Lima Macam Riba Yang Diharamkam

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Segarkan Wajah dengan A I U E O