Komisi I Harap Panglima TNI Mendatang Tak Berpolitik Praktis

1
216
Gatot Nurmantyo
Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Anggota Komisi I DPR Arwani Thomafi mengatakan,
pucuk pimpinan TNI mendatang tidak berpolitik praktis.

Hal ini dikatakan Arwani menyikapi desakan masyarakat serta LSM kepada Presiden Jokowi segera mengganti Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan masuk masa pensiun Maret 2018.

“Kita harus memastikan TNI ke depan tidak berpolitik praktis, imparsial dan teguh mengawal kedaulatan NKRI menjadi agenda penting di bawah komando Panglima TNI yang baru,” ujar Arwani melalui pesan singkat yang diterima SERUJI, Selasa (14/11).

Menurut dia, adanya pergantian pucuk pimpinan TNI kelak diharapkan dapat bersinergi dengan institusi lain serta menjaga independensi dalam menjaga marwah TNI khususnya dalam menghadapi sejumlah tantangan ke depan yang salah satunya adalah agenda politik pada 2018 hingga 2019.

Selain itu, lanjut politikus PPP itu, agenda modernisasi kekuatan TNI serta persoalan kesejahteraan TNI juga menjadi pekerjaan rumah yang senantiasa harus terus dikawal pimpinan TNI.

Terkait persoalan siapa dan dari angkatan mana yang berhak menempati pos Panglima TNI, Arwani meminta semua pihak untuk bersabar dan tidak mengintervensi Presiden untuk menunjuk siapa pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo.

“Kapan dan dari angkatan mana, biarlah pembahasan hal itu tidak menjadi ruang yang akan mengurangi hak prerogatif Presiden. TNI mempunyai tradisi pengkaderan yang sangat bagus dan teruji. Dan konstitusi memberikan mandat penuh kepada Presiden untuk mengusulkan pergantian panglima TNI,” tutur Arwani.

Lebih lanjut Arwani pun yakin, TNI juga mempunyai banyak stok kader yang selain professional dan tangguh, juga sangat siap untuk mengisi estafet kepemimpinan di TNI.

“Presiden tinggal milih saja. Domain kami (DPR) nanti soal setuju atau tidak,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Setara Institute, Hendardi mendesak Presiden Jokowi untuk segera mengganti posisi Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang akan pensiun pada Maret tahun depan. Alasannya, banyak persoalan yang dihadapi TNI selama dibawah kepemimpinan Jenderal Gatot tidak terjawab, seperti soliditas, profesionalisme, kesejahteraan, reformasi peradilan militer, penanganan bisnis tentara, akuntabilitas anggaran, dan ketundukkan pada supremasi sipil sebagai bagian dari pemenuhan amanat reformasi sejak 1999.

1
2
BAGIKAN
loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Sri Untari

Jadi Cawagub Khofifah, PDIP Akan Pecat Emil Dardak Sebagai Kader

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - PDI Perjuangan akan memecat dengan mencabut kartu tanda anggota (KTA) Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak sebagai kader partai. Hal ini dilakukan...

Tentukan Nasib Novanto, Inilah Keputusan Rapat Pleno Partai Golkar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Rapat Pleno Partai Golkar baru saja berakhir. Rapat yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menghasilkan beberapa keputusan. Antara lain, Rapat Pleno ‎memutuskan...
sawah tercemar

Diberi Dana Tali Asih, Petani Tetap Tuntut PT Mitrabara Bayar Ganti Rugi Yang Sesuai

MALINAU, SERUJI.CO.ID - PT Bara Dinamika Muda Sukses (BDMS) menyerahkan dana tali asih sebesar Rp500 juta kepada petani sebagai bentuk ucapan permohonan maaf atas tercemarnya...

KANAL WARGA TERBARU

skripsi

Ingin Tulisan “WARGA SERUJI” Dibaca Banyak Pengunjung? Cobalah Trik Ini

SERUJI.CO.ID - Untuk menghasilkan tulisan yang enak dibaca dan membuat pembaca selalu menanti tulisan-tulisan anda di kanal "WARGA SERUJI", saya coba berikan sedikit petunjuk...
follow-leader

Menjadi Seorang Pemimpin

Seorang leader/pemimpin harus memiliki jiwa melayani. Pemimpin yang baik berasal dari pengikut yang baik. Cara menjadi pengikut yang baik adalah dengan mendengar, menjadi seorang...

KAPAN PEMIMPIN HARUS DIPATUHI ?

Luthfi Bashori Suatu saat Rasulullah SAW mengirim satu pasukan dan mengangkat seorang Anshar sebagai pemimpin, serta memerintahkan agar seluruh pasukan mematuhi pemimpinnya. Di tengah jalan, tiba-tiba...