Kisah Kepahlawanan Serdadu Korea yang Berjuang di Garut

1
133
Taman Makam Pahlawan (TMP) Tenjolaya, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut. Disinilah serdadu Yang Chil Seong dimakamkan. (Foto: Harian Garut)

GARUT, SERUJI.CO.ID – Berjuang merebut kemerdekaan maupun mempertahankannya tidak harus orang pribumi yang lahir dan tumbuh besar di Indonesia. Siapa pun dapat ikut berjuang melawan para penjajah yang melakukan tindakan tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Kisah kepahlawanan di Indonesia saat melawan penjajah Belanda maupun Jepang dan sekutunya relatif banyak. Misalnya, Pangeran Diponegoro dari Yogyakarta, Cut Nyak Dien dari Aceh, Mohammad Toha dari Bandung, dan Bung Tomo dari Surabaya.

Selain itu, relatif banyak pahlawan lain yang rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk Indonesia, termasuk kisah kepahlawanan warga negara Korea bernama Yang Chil Seong.

Pria kelahiran Korea pada tahun 1919 itu dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Tenjolaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, sebagai penghormatan atas jasa-jasanya berjuang untuk Indonesia.

Kisah perjalanan hidupnya itu tentu menjadi sesuatu yang menarik, dan menjadi tambahan pengetahuan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, terutama bagi kaum muda Indonesia saat ini.

Perjalanan hidup Yang Chil Seong dari Korea hingga akhirnya gugur ditembak mati di Kabupaten Garut mendapat perhatian dari pemerintah Korea Selatan, bahkan kisahnya dituliskan menjadi bagian buku hasil penelusuran yang dilakukan oleh periset asal negaranya.

Kisahnya itu bermula ketika Jepang membawanya ke Indonesia. Pada saat itu, Jepang selain menjajah Indonesia, juga menjajah kawasan Korea.

Tentara Jepang membawanya ke Indonesia pada tahun 1942. Dia ditugaskan menjaga tahanan di Bandung.

Ketika Jepang menyerah, tidak semua tentaranya kembali ke negara tersebut.

Yang Chil Seong dan dua tentara Jepang bernama Aoki dan Hasegawa memilih tetap bertahan di Indonesia, lalu mereka pergi ke Kabupaten Garut dan memutuskan diri bergabung berjuang bersama pejuang-pejuang pribumi yang menamakan diri pasukan Pangeran Papak.

Bergabungnya Yang dan dua rekan asal Jepang dengan pejuang pribumi itu menjadikan mereka harus berganti nama dari Yang Chil Seong menjadi nama Indonesia, Komarudin. Begitu pula, Aoki menjadi Abubakar dan Hasegawa menjadi Usman.

Yang juga menikahi seorang perempuan Kabupaten Garut. Dia memutuskan memeluk agama Islam. Begitu juga dengan dua tentara Jepang penganut agama Islam.

Komentar

BACA JUGA
Febri Diansyah

KPK Periksa Tujuh Saksi Kasus Bupati Kebumen

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tujuh saksi dalam penyidikan terkait tindak pidana korupsi suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Kebumen...
Taufik Kurniawan

DPR Puji Keputusan Pembatalan Plt Gubernur dari Polri

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan memuji keputusan Menteri Koodinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto yang membatalkan usulan pejabat gubernur Sumatera Utara...

Bhayangkara FC Berharap LIB Segera Lunasi Utang

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Juara GoJek Traveloka Liga 1 Bhayangkara FC berharap PT Liga Indonesia Baru (LIB) segera melunasi utang-utangnya kepada semua klub peserta Liga...

Bhayangkara FC Yakin Bermarkas di PTIK Mulai April

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Juara GoJek Traveloka Liga 1 2017 Bhayangkara FC merasa yakin bisa bermarkas di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, di Liga...
Febri Diansyah

KPK Perpanjang Penahanan Tersangka Suap RAPBD Jambi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan anggota DPRD Provinsi Jambi 2014-2019 Supriono, tersangka suap pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah...
loading...
Al Battani

Penemu Kala Revolusi Bumi Ternyata Muslim

Revolusi bumi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari pada orbitnya. Revolusi bumi ini bisa terjadi akibat tarik menarik antara gaya gravitasi bumi dengan gaya gravitasi...
IMG-20180222-WA0084

PANWASLU KABUPATEN MESUJI RAKOOR TENTANG PENANGANAN PELANGGARAN PEMILU

Pada hari Kamis tanggal 22 Februari 2018, Panwaslu Kabupaten Mesuji mengadakan Rapat Koordinasi dengan peserta Anggota Panwascam Divisi Penindakan dan Divisi SDMO serta 1...
Talonsong

Talonsong

Talonsong, sebuah kata dalam bahasa Minang, yang sering dituturkan ditengah masyarakatnya.  Talonsong, padanannya dalam bahasa indonesia yang tepat adalah terlanjur.  Jika talonsong,  maka semuanya...